Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pelayanan MBG Belum Merata, Bupati Warsubi Ungkap Jombang Masih Butuh 30 SPPG

Anggi Fridianto • Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:19 WIB
BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Warsubi usai menghadiri peresmian SPPG di Jombatan, Kecamatan Jombang, Jumat (23/1).
BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Warsubi usai menghadiri peresmian SPPG di Jombatan, Kecamatan Jombang, Jumat (23/1).

JombangBanget.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang terus berkembang.

Hingga kini, 67 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah berdiri dan beroperasi.

Namun, layanan gizi ini belum sepenuhnya merata.

Pemerintah daerah menghitung masih dibutuhkan sekitar 30 SPPG tambahan agar seluruh penerima MBG bisa terlayani.

”Di Jombang saat ini sudah ada 67 SPPG yang berdiri dan beroperasi. Ini capaian luar biasa dan sangat membantu masyarakat,” ujar Bupati Jombang Warsubi usai menghadiri peresmian SPPG Polres Jombang di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang, Jumat (23/1).

Meski jumlahnya terus bertambah, Warsubi menegaskan kebutuhan layanan gizi belum sepenuhnya terpenuhi.

Agar layanan gizi bisa menjangkau semua sasaran, tentunya perlu penambahan SPPG.

”Kalau dihitung masih kurang sekitar 30 SPPG di Jombang menurut hitungan kami,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya standar layanan gizi. Saat ini, dari total 67 SPPG, baru 45 yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sebanyak 22 lainnya masih dalam proses verifikasi Dinas Kesehatan.

”Semuanya dalam proses. Akan dikaji dulu operasionalnya, dilihat prosesnya. Kalau sudah memenuhi syarat, Dinas Kesehatan akan memberikan sertifikat,” ujarnya.

Baca Juga: Didominasi Snack dan Makanan Kemasan, Menu MBG di Jombang Dinilai Kurang Ideal

Warsubi menyebut, pemerataan layanan gizi menjadi kunci keberhasilan program MBG.

Apalagi, program ini terbukti sukses menekan angka stunting. Hingga akhir 2026, prevalensi stunting di Jombang turun dari 4,46 persen menjadi 3,4 persen.

”Penurunan ini mengantarkan Jombang peringkat pertama di Regional 1 wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera. Pemerintah pusat memberikan bantuan fiskal penanganan stunting sebesar Rp 6,49 miliar,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan lintas sektor terus terjaga agar MBG berjalan optimal, sekaligus menopang program lain seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih.

”Mari kita dukung program pemerintah lainnya seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#pelayanan #Pemkab Jombang #Bupati Jombang #Jumlah SPPG dapur MBG #Mbg #Bupati Warsubi #SPPG #kurang #belum merata #Warsubi #Jombang #Bupati #Makan Bergizi Gratis