Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Bikin Onar di Jalanan, 43 Remaja Jombang Diringkus Polisi, 27 Motor Disita

Achmad RW • Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:05 WIB
Puluhan remaja  di Jombang yang diduga berasal dari salah satu kelompok perguruan silat ditangkap polisi, Jumat (16/1).
Puluhan remaja di Jombang yang diduga berasal dari salah satu kelompok perguruan silat ditangkap polisi, Jumat (16/1).

JombangBanget.id – Puluhan remaja yang diduga berasal dari salah satu kelompok perguruan silat ditangkap polisi, Kamis (15/1).

Mereka menggelar konvoi sepeda motor sambil ugal-ugalan di jalan.

Aksi mereka sempat memancing emosi warga di Kecamatan Mojoagung hingga nyaris terjadi terjadi bentrok. Beruntung polisi bergerak cepat mengamankan situasi.

Kapolsek Mojoagung kompol Yogas menerangkan, Kamis (15/1) pihaknya mendapatkan informasi aksi konvoi motor yang dilakukan gerombolan remaja menuju wilayah Mojoagung.

Selain menutupi ruas jalan, aksi geber-geber motor berknalpot bising mesesahkan warga juga membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah polsek jajaran bergerak melakukan penyekatan, termasuk Polsek Mojoagung yang melakukan penyekatan di kawasan Ringroad Mojoagung.

”Kami melakukan penjagaan di perbatasan Jombang-Trowulan,” terang Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas.

Benar saja, saat petugas melakukan penyekatan, ratusan remaja menggunakan motor masuk Mojoagung.

Tak sekadar konvoi, mereka juga melakukan tindakan provokatif kepada semua warga dan pengguna jalan yang mereka temui.

”Mulai melempar, mengumpat pengguna jalan, pokoknya cari masalah,” bebernya.

Petugas berupaya melakukan pembubaran aksi itu, menyisir lewat Ringroad Mojoagung.

Baca Juga: Gangster Berulah di Jombang, Bawa Sajam Bikin Onar di Jatipelem

Kedatangan polisi membuat gerombolan ini kocar-kacir. Sebagian mereka bergerak kea rah Bambu Runcing ke selatan.

Warga yang resah melakukan pengadangan hingga nyaris terjadi bentrok. Beruntung polisi segera tiba di lokasi dan mengamankan situasi.

”Total ada 19 orang kita amankan, dengan 12 motor,” bebernya.

Mereka kemudian digiring menuju dengan berjalan kaki menuju Mapolsek Mojoagung.

Dari hasil pendataan yang dilakukan petugas, para remaja ini berasal dari berbagai daerah.

”Selain dari Jombang, ada juga dari Kediri. Rata-rata masih di bawah umur usianya,” bebernya.

Selanjutnya mereka diserahkan ke Mapolres Jombang guna penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, aksi gerombolan remaja melakukan konvoi motor ugal-ugalan juga membuat resah warga di Kecamatan Ngoro pada Jumat (16/1) dini hari.

Sekelompok remaja di Dusun Santren, Desa Palrejo yang tengah asyik membuat video konten kreator nyaris jadi sasaran gerombolan pemotor.

Karena ketakutan, salah satu handphone kawanan remaja yang tengah berkreasi ini raib, diduga dibawa kabur peserta konvoi.

”Jadi malam itu, ada lima anak usia SMP yang lagi live streaming, tiba-tiba gerombolan ini datang dan berhenti tidak jauh dari mereka,” terang Kapolsek Ngoro AKP Soesilo.

Karena ketakutan, kelimanya  bergegas kabur. Nahas, sebuah handphone tertinggal di lokasi.

”Setelah anak-anak ini merasa aman, dia balik ke tempat awal, handphone yang tertinggal sudah raib, kemungkinan dibawa kabur gerombolan tersebut” lontarnya.

Gerombolan premotor ini diketahui kabur ke arah Kediri.

”Larinya ke selatan. Infonya di wilayah Badas Kediri juga bikin onar lagi itu, pelakunya belum tertangkap,” tambahnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan aksi penyekatan yang dilakukan tim gabungan.

”Total ada 43 orang dan 27 motor yang kita amankan,” ujarnya.

Dimas menyebut, puluhan anggota gerombolan premotor ini diringkus dari sejumlah tempat.

”Selain dari Mojoagung, ada juga dari beberapa tempat lain seperti Peterongan dan sekitarnya,” terangnya.

Polisi menjerat mereka dengan pidana ringan, yakni 503 KUHP.

”Ancaman hukumannya maksimal penahanan selama tiga hari, namun karena seluruhnya masih anak, jadi dilakukan pembinaan,” imbuhnya.

Polisi mendatangkan pihak orang tua dan perangkat desa ke mapolres untuk melakukan penjemputan. Beberapa terlihat merengek saat dijemput orang tua.

”Setelah pembinaan, kita kembalikan ke orang tuanya dengan membuat surat pernyataan. Untuk motornya ditilang,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Polisi #remaja #bikin onar #onar #motor disita empat bulan #diringkus polisi #Jombang