Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Bupati Warsubi Ikut Lepas Napak Tilas Isyarah Pendirian NU, Warga Jalan Kaki ke Ponpes Tebuireng Jombang

Achmad RW • Selasa, 6 Januari 2026 | 07:39 WIB

 

Bupati Jombang Warsubi melepas rombongan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU dari Pendopo Kabupaten Jombang.
Bupati Jombang Warsubi melepas rombongan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU dari Pendopo Kabupaten Jombang.

JombangBanget.id – Ribuan warga Nahdliyin mengikuti Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama dari Pendopo Kabupaten Jombang menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Minggu (4/1) malam.

Meski diguyur hujan gerimis, rombongan tetap berjalan kaki sejauh sekitar 6 kilometer hingga tiba di Ponpes Tebuireng.

Bupati Jombang Warsubi melepas rombongan dari Pendopo Kabupaten Jombang sekitar pukul 20.00.

Kirab ini diikuti ulama, Banser, dan warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Jombang.

Warsubi menegaskan napak tilas ini bukan sekadar kegiatan seremonial peringatan satu abad NU.

“Ini momentum untuk meneladani perjuangan para muassis,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan NU.

Rombongan bergerak tertib meninggalkan pendopo Kabupaten Jombang, melintasi sejumlah ruas jalan menuju Ponpes Tebuireng.

Aparat kepolisian dan Banser melakukan pengamanan di sepanjang rute, sementara mobil informasi Radio Suara Jombang milik Dinas Kominfo Kabupaten Jombang turut mengiringi perjalanan.

Sekitar pukul 21.30 WIB, rombongan tiba di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek.

Rombongan inti yang dipimpin Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KH Raden Ahmad Azaim Ibrahimy, kemudian menuju Ndalem Kasepuhan Tebuireng.

Di tempat tersebut, KH Azaim Ibrahimy menyerahkan tongkat dan tasbih yang dibawanya dari Ponpes Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, cicit pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.

Tongkat dan tasbih itu dikenal sebagai simbol restu berdirinya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Prosesi penyerahan berlangsung singkat dan khidmat, disaksikan para ulama dan jamaah.

Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari di kompleks Makam Masyayikh Tebuireng, dilanjutkan doa bersama.

Gus Kikin menyebut napak tilas ini menjadi pengingat penting bagi perjalanan NU yang telah memasuki usia satu abad.

”Ini cara kita mengingat kembali sejarah NU,” katanya.

Menurutnya, NU ke depan harus tetap berpijak pada ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, sekaligus mampu merespons perkembangan zaman.

”Pesan para muassis, NU harus menyesuaikan perubahan zaman agar tetap menjadi wadah umat,” ujarnya.

Seluruh rangkaian Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama berlangsung aman dan lancar hingga selesai.

Kirab malam itu menjadi penutup perjalanan napak tilas menempuh rute Ponpes Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan ke Ponpes Tebu Ireng, Jombang sekaligus penanda langkah NU memasuki abad keduanya.(riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #Bupati Jombang #NU #pendiri nu #napak tilas #Bupati Warsubi #Ponpes Tebuireng #Jombang