JombangBanget.id - Ruang kerja Bupati Jombang Warsubi dipenuhi suasana haru, Senin (22/12) pagi.
Bukan agenda besar, melainkan perpisahan sederhana penuh makna.
Satu keluarga asal Desa/Kecamatan Ngoro bersiap meninggalkan kampung halaman untuk memulai kehidupan baru di tanah jauh, Desa Waleh, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Muliono, sang kepala keluarga, bersama istrinya Gendrolindu dan putra mereka Galih Ramadan, diterima langsung Bupati Warsubi sekitar pukul 09.10 WIB.
Hadir pula Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto, Kepala Dispendukcapil Masduqi Zakaria, serta Kabag Organisasi Setdakab Adi Prasetyo.
Obrolan ringan diselingi canda membuat ketegangan menjelang keberangkatan sedikit mencair.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Jombang melalui Disnaker menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai Rp 10 juta.
Warsubi juga memberikan bingkisan kenang-kenangan sebelum keluarga itu bertolak.
Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto menjelaskan, pelepasan ini bagian dari program transmigrasi pemerintah pusat.
”Pemberangkatan dilakukan dari kabupaten/kota, sedangkan penempatan dari pusat. Provinsi memfasilitasi pembekalan, persiapan, sampai pemberangkatan,” katanya.
Tahun ini, hanya satu keluarga dari Jombang yang berangkat. Mereka akan menempati kawasan permukiman ketiga di Desa Waleh, yang kini sudah dihuni 24 KK.
”Mereka akan menempati kawasan permukiman ketiga yang sekarang sudah dihuni 24 KK,” imbuh Isawan.
Ia menilai lahan di Waleh subur dan potensial untuk hortikultura serta perkebunan. Letaknya strategis, hanya satu jam dari kawasan industri besar di Halmahera.
”Artinya selain mengelola lahan, ada peluang tambahan kegiatan ekonomi lainnya,” ujarnya.
Muliono sendiri selama ini bekerja sebagai buruh serabutan. Di lokasi transmigrasi, pemerintah sudah menyiapkan hunian dan lahan pekarangan.
Dukungan dari daerah asal menjadi modal awal agar keluarga ini mampu beradaptasi.
Bupati Warsubi menegaskan, transmigrasi bukan sekadar memindahkan penduduk.
”Ini kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Tujuannya pemerataan populasi dan memberikan kesempatan baru, karena ada lahan yang bisa dibudidayakan agar taraf ekonomi meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, transmigrasi juga berperan strategis bagi ketahanan nasional.
”Daerah-daerah yang sebelumnya masih jarang penduduk akan terisi masyarakat yang memiliki keterampilan dan semangat membangun,” ujar Warsubi. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz