JombangBanget.id – Menjelang tutup tahun, proyek pemasangan penerangan jalan umum (PJU) program Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) di Jombang belum sepenuhnya tuntas.
Dari 60 titik ruas jalan, sampai akhir November masih ada sisa empat titik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Yohan Kartika menjelaskan, pekerjaan di lapangan masih berlangsung.
”Untuk PJU program PIK belum selesai semua. Sekarang masih proses,” ujarnya.
Hingga saat ini masih ada empat titik PJU yang belum rampung. Menyebar di beberapa lokasi.
Di antaranya, Desa Sengon dan Jalan Bali, Kecamatan Jombang, kemudian di wilayah Peterongan menuju pondok pesantren, serta satu titik di Kecamatan Perak.
”Jadi kontraknya (dengan penyedia) sudah berjalan, sekarang proses pengerjaan di lapangan,” kata Yohan.
Data yang dihimpun di laman SPSE Inaproc Jombang, empat paket proyek tersebut meliputi, Pembangunan Penerangan Jalan Ruas D-024 Sengon–Pattimura, Desa Sengon, Kecamatan Jombang dimenangkan PT Surya Bima Sakti Cemerlang dari Surabaya dengan kontrak Rp 94 juta.
Pembangunan Penerangan Jalan Ruas Jalan D-052 Jalan Bali, Kecamatan Jombang dikerjakan CV Abdi Cahaya Mulya dari Jombang dengan nilai kontrak Rp 117 juta.
Pembangunan Penerangan Jalan Ruas Jalan D-197 Rejoso– Ngembeh, Desa Peterongan dikerjakan CV Adi Jaya Lintasmarga dari Jember dengan nilai kontrak Rp 116 juta.
Pembangunan Penerangan Jalan Ruas Jalan K-069 Sembung – Kepuhkajang, Desa Sembung, Kecamatan Perak dikerjakan CV Adi Jaya Lintasmarga dari Jemberdengan nilai kontrak Rp 169 juta.
Baca Juga: Proyek PJU Program PIK di Jombang Belum Rampung, Sisa Segini yang Masih Berjalan
Seperti diberitakan sebelumnya, program PJU PIK pada tahun anggaran 2025 dialokasikan sebesar Rp 10 miliar dari APBD.
Total terdapat 60 titik atau ruas jalan yang menjadi sasaran pemasangan.
Penentuan titik dilakukan berdasarkan usulan dari masing-masing kecamatan, bukan ditentukan langsung Dishub Jombang.
Dari 60 ruas tersebut, alokasi anggaran bervariasi.
Lokasi dengan anggaran terbesar berada di Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, yakni Rp 674 juta untuk pemasangan sekitar 80 titik lampu.
Sementara anggaran terkecil berada di Kecamatan Ngoro dengan alokasi anggaran Rp 50 juta. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz