Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Profil dr Putri Rizkiya, Dokter Spesialis Terapi Intensif Pertama RSUD Jombang

Anggi Fridianto • Rabu, 26 November 2025 | 13:08 WIB
dr. Putri Rizkiya Dokter Spesialis Anestesi RSUD Jombang
dr. Putri Rizkiya Dokter Spesialis Anestesi RSUD Jombang

JombangBanget.id - Di balik ruang operasi dan deru mesin pernapasan di ICU RSUD Jombang, ada sosok dokter yang hari-harinya dihabiskan untuk memastikan pasien tetap bernapas dan kembali pulih.

Ia adalah dr. Putri Rizkiya, M.Ked.Klin., Sp.An-TI., Subsp.TI (K) dokter spesialis anestesi terapi intensif pertama di RSUD Jombang yang menamatkan pendidikan subspesialisnya pada 2025 lalu.

Dokter kelahiran Surabaya, 25 September 1986 itu tumbuh besar di kota yang sama.

Anak dari pasangan (alm.) Agung Budipriyanto dan Maslichah ini menghabiskan seluruh masa kecil dan remajanya di Surabaya.

Dimulai dari bangku SD Muhammadiyah 4 Surabaya, lanjut ke SMPN 1 Surabaya, hingga SMAN 5 Surabaya. ”Sejak kecil saya tumbuh dan besar di Surabaya,” tuturnya.

Minatnya pada dunia medis membawanya masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 2004 dan menyelesaikannya tahun 2010.

Setahun kemudian, ia lolos seleksi PTT Kemenkes dan ditempatkan di daerah yang jarang terbayangkan oleh banyak orang.

Tepatnya di Halmahera Selatan, termasuk satu tahun penuh di wilayah sangat terpencil, Pulau Obi.

”Pulau Obi itu terpencil sekali. Dari Surabaya ke Ternate dulu, lalu naik kapal delapan jam. Dari Pulau Bacan lanjut tujuh jam lagi ke Obi,” kenangnya.

Di sana, dr. Putri menjalani hari-hari sebagai dokter umum di puskesmas induk yang memiliki rawat inap.

”Saya menangani persalinan, bedah darurat, bahkan kasus anak tenggelam,’’ kenangnya.

Obi juga merupakan daerah endemik malaria. Ia bercerita pernah terjangkit dan harus dirawat di Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo. Namun, pengalaman itu tak membuatnya gentar.

Justru di sanalah ia menemukan keteguhan untuk melanjutkan mimpinya untuk menjadi dokter anestesi.

Setelah kembali dari Pulau Obi, dr. Putri bekerja satu tahun sebagai dokter IGD di dua rumah sakit di Surabaya.

Yakni Rumah Sakit Siti Kodijah Sidoarjo dan Mitra Sehat Medika Pandaan. Ia sengaja memilih IGD karena ingin lebih dekat dengan kasus gawat darurat.

”Dari dulu memang sudah ingin masuk anestesi. Lebih suka yang urgent dan emergency,” ujarnya.

Tahun 2014, ia kembali ke FK Unair menempuh pendidikan spesialis anestesi dan terapi intensif (SPAN-TI).

Pendidikan empat tahun itu ia selesaikan pada 2019, lalu melangkah ke fase pengabdian berikutnya.

Lalu, pada Agustus 2019, dr. Putri resmi masuk ke RSUD Jombang melalui program PGDS (Pendayagunaan Dokter Spesialis).

Setahun kemudian, ia resmi masuk bergabung di RSUD dan pada 2023 lolos rekrutmen PPPK Pemkab Jombang.

Sejak 2019, ia menjadi bagian penting tim anestesi RSUD Jombang yang kini berjumlah enam dokter.

Selain bekerja di kamar operasi, ia juga menangani pasien-pasien kritis di ICU sebagai dokter anestesi.

”Dokter anestesi itu bukan hanya membius. Kita mengelola ventilator, mengatur nutrisi, infeksi, semuanya dari ujung ke ujung,” jelasnya.

Kebutuhan RSUD Jombang sebagai rumah sakit tipe B yang memerlukan tenaga subspesialis membuatnya kembali sekolah.

Tahun 2023, ia mulai pendidikan Subspesialis Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya.

Berbeda dengan pendidikan spesialis, sekolah subspesialis memungkinkan ia tetap bekerja sambil belajar.

”Empat hari kuliah, sisanya tetap kerja di Jombang. Alhamdulillah teman-teman anestesi sangat support, jadi saya bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Ia menamatkan subspesialisnya pada 2025, dan menjadikannya dokter pertama dengan kompetensi resmi terapi intensif di RSUD Jombang.

Sebagai dokter subspesialis terapi intensif, dr. Putri memiliki keilmuan yang lebih dalam terkait perawatan pasien kritis.

Mulai dari pengelolaan ventilator lanjutan, nutrisi, antibiotik, hingga beberapa prosedur khusus seperti membuat saluran napas di leher atau terapi ginjal berkelanjutan.

”Ilmunya banyak diaplikasikan di ICU RSUD Jombang, tinggal fasilitasnya mengikuti,’’ ucapnya optimistis, untuk kemajuan RSUD Jombang. (ang/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#profil #intensif #terapi #dokter spesialis #RSUD Jombang