Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Melihat dari Dekat Program MBG di Jombang, Kepala Sekolah SLB Tunas Harapan IV; Anak-anak Lebih Semangat Belajar dan Lebih Ceria

Achmad RW • Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:20 WIB
Siswa SLB Tunas Harapan IV Sumobito (kiri) dan Siswi SMPN Kabuh saat menikmati MBG di sekolahnya Senin (27/10)
Siswa SLB Tunas Harapan IV Sumobito (kiri) dan Siswi SMPN Kabuh saat menikmati MBG di sekolahnya Senin (27/10)

JombangBanget.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto diterapkan terus meluas.

Di Kabupaten Jombang, program ini telah menjangkau sejumlah sekolah di pinggiran dan perbatasan Jombang hingga ke sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB).

Mereka pun merasa sangat Bahagia menjadi sasaran program ini.

Seperti MBG yang diterapkan di SLB Tunas Harapan IV Sumobito sejak 14 Juli 2025 membawa perubahan besar bagi 74 siswa dari jenjang SDLB hingga SMALB.

Kepala sekolah, Maksuniati, menyebut anak-anak lebih ceria dan lebih bersemangat belajar.

Kesehatan anak meningkat sejak program berjalan.

“Anak-anak yang dulu sering jajan sembarangan sekarang lebih semangat sekolah dan makan makanan sehat dari MBG,” ujarnya.

Mayoritas siswa berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

Sebelum MBG hadir, sekolah rutin mengadakan makan sehat dengan bekal dari rumah, namun tidak semua siswa mampu membawa makanan bergizi.

“Sejak ada MBG, guru dan siswa sangat terbantu karena semua mendapat makanan sehat setiap hari,” lanjutnya.

Menu MBG pun disesuaikan dengan kondisi siswa.

Baca Juga: Rantai Pasok Bahan Baku MBG Dikuasai Pemodal Besar? DPRD Jombang Angkat Bicara

“Banyak anak yang giginya rusak atau sulit mengunyah, jadi kami usulkan menu berkuah. Sekarang sudah ada, dan anak-anak makan lebih lahap,” kata Maksuniati.

Ia menambahkan, pengelola MBG juga responsif terhadap masukan sekolah.

“Kalau ada menu seperti rawon atau soto, anak-anak makan dengan semangat. Guru membantu memotong lauk agar mudah dikunyah,” ujarnya.

Dampaknya terlihat pada kehadiran siswa yang kini lebih rajin dan fokus belajar.

Hasil pengukuran kesehatan bulanan juga menunjukkan peningkatan berat dan tinggi badan.

Siti Sholikha, orang tua siswa Niken Aurelia, mengaku senang dengan program ini.

“Anak saya jadi semangat sekolah dan suka makanannya, terutama kalau dapat susu. Berat badannya juga naik,” katanya.

Penerapan di Sekolah Pinggiran

Siswa SMPN Kabuh Jombang antusias menanti kedatangan MBG di sekolahnya.
Siswa SMPN Kabuh Jombang antusias menanti kedatangan MBG di sekolahnya.

Selain SLB Tunas Harapan IV, MBG juga dirasakan di sekolah pinggiran di Jombang, salah satunya SMPN Kabuh.

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan ini, MBG sudah berjalan sebulan terakhir.

Pantauan di sekolah ini pada Senin (27/10) siang, para siswa tampak sangat antusias menunggu makanan yang datang.

Siswa, terlihat bahkan rela mengantre demi segera mendapatkan makanan yang diantarkan.

Siang itu, siswa mendapatkan menu berupa ayam goreng, salad buah dan olahan kangkung.

“Di sini sudah dua minggu ini kami mendapat MBG, ya tentu senang,” lontar  Riskia Putri, siswi Kelas IX C SMPN Kabuh.

Ia menyebut, selama ia mendapat MBG yang paling dirasakannya adalah lebih hemat.

Karena dengan MBG, ia bisa menyimpan uang sakunya lebih banyak.

“Jadi kalau sebelum dapat MBG biasanya jajannya dua kali istirahat, sekarang jajannya satu kali saja, karena istirahat ke dua dapat makan dan cukup mengenyangkan, menunya juga enak,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkap guru SMPN Kabuh Nuriski Aniastika.

Ia menyebut, selama pelaksanaan MBG di sekolahnya dalam dua pekan terakhir ini, semuanya masih lancer dan siswanya sangat puas dengan menu yang disediakan.

“Alhamdulillah lancer, menunya anak-anak juga  suka, dan ketika request dituruti juga sama SPPG, ini bikin anak-anak senang,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyebut, MBG untuk sekolah pinggiran seperti di wilayahnya itu juga masih sangat dibutuhkan dan diperlukan.

Mengingat tak semua siswa dari keluarga yang mampu hingga kehadiran program ini akan sangat membantu.

“Menurut saya sangat layak diteruskan, anak-anak ini kan tidak sama dengan lainnya, yang membutuhkan ini sangat senang dengan program ini. Sampai kalau belum datang saja ditunggu-tunggu setiap hari,” lontarnya.

SPPG Jamin Kesehatan Makanan

Petugas dari SPPG mengantarkan makanan ke SMPN Kabuh.
Petugas dari SPPG mengantarkan makanan ke SMPN Kabuh.

Program Sekolah Penerima Pangan Gizi (SPPG) di SMPN Kabuh itu, dilayani Yayasan Sehat Tempat Makan (YSTM).

SPPG ini, sudah melayani 2.198 porsi makanan bergizi di 9 sekolah wilayah Kecamatan Kabuh sejak 29 September 2025 lalu.

Koordinator Lapangan YSTM, Soni Harsono, mengatakan seluruh sekolah berada di daerah pinggiran dengan jarak distribusi maksimal 6 kilometer.

“Meski di pelosok, distribusi masih terjangkau dan berjalan lancar,” ujarnya.

Menunya, juga diperbarui setiap minggu, termasuk varian khusus untuk siswa dengan alergi atau yang tidak makan nasi.

“Ada yang diganti roti untuk yang tidak makan nasi, juga lauk yang alergi juga kita ganti, sesuai keamanan anaknya,” jelas Soni.

Untuk menjaga kualitas makanan, Soni menyebut bahan baku yang disiapkan untuk MBG memang harus selalu fresh.

Dan jam masak juga harus diatur dengan baik.

“Kami stok bahan jam 9 harus sudah terkumpul, memasak mulai jam 00.00 dan waktu kirim hingga konsumsi, tidak boleh lebih dari 4 jam, itu yang kami jaga betul,” imbuhnya.

Soni menegaskan, YSTM terus melakukan sosialisasi ke sekolah agar tiap lembaga memiliki koordinator.

“Dengan koordinator ini, setip keluhan bisa dengan cepat masuk dan kami respons, sehingga tidak menumpuk. Dan komunikasi juga terjalin dengan baik,” pungkasnya.

Perluas Jangkauan

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain.

Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan.

Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.(riz)

Editor : Ainul Hafidz
#Vendor #Mbg #Kabuh #prabowo subianto #SPPG #Presiden RI #program Prabowo Subianto #slb #sekolah luar biasa #program mbg #Jombang #Makan Bergizi Gratis