JombangBanget.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan peninjauan kondisi pembangunan gedung di Pondok Pesantren (PP) Mambaul Maarif, Denanyar, Kamis (9/10).
Ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto pasca tragedi ambruknya musala di PP Al Khoziny, Sidoarjo.
Peninjauan dipimpin Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana.
Tim melakukan pengecekan terhadap keandalan bangunan utama, asrama putri, hingga sarana pendukung di lingkungan pesantren.
’’Kami mengunjungi pesantren ini karena jumlah santrinya cukup banyak, ada 4.500. Dan bangunannya juga sudah di atas 100 tahun, sehingga di sini kami akan melakukan pengecekan terhadap kehandalan bangunan,’’ jelasnya.
Selain bangunan inti, terdapat banyak bangunan tambahan yang perlu dicek kondisinya.
’’Kami melakukan pengecekan bangunan lama. Juga pembangunan asrama putri yang sedang berlangsung,’’ ujarnya.
Dalam pemeriksaan awal, tim Kementerian PU menilai secara visual kondisi bangunan tua masih tampak kokoh.
Namun, mereka memberikan catatan khusus terkait rencana renovasi aula pesantren.
Struktur bangunan dinilai tidak cukup kuat untuk penambahan lantai, sehingga rencana tersebut belum dapat direkomendasikan.
’’Renovasi aula belum kami rekomendasikan untuk dilakukan penambahan ke atas. Karena dari sisi kekuatan struktur kelihatannya tidak memungkinkan,’’ kata Dewi.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pesantren telah mengambil inisiatif untuk memindah lokasi aula ke lahan baru.
Kementerian PU mendukung langkah tersebut dan akan membantu memfasilitasi proses perizinan bangunan agar sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
Tim juga memeriksa pembangunan asrama putri baru serta sarana sanitasi yang telah dibangun oleh Kementerian PU di lingkungan pesantren.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung kegiatan belajar dan kehidupan santri berada dalam kondisi layak dan aman.
Peninjauan ini tak lepas dari peristiwa ambruknya musala di PP Al Khoziny Sidoarjo pada akhir September lalu.
Insiden tersebut membuat pemerintah memperketat pengawasan terhadap keamanan bangunan di lingkungan pondok pesantren, terutama yang menampung banyak santri.
Menurut Dewi, sebagian bangunan di sekitar lokasi tragedi Sidoarjo telah dibersihkan karena tidak memenuhi kaidah teknis.
Pemerintah kini tengah melakukan perancangan ulang tata kawasan pesantren untuk pembangunan kembali yang lebih terstruktur dan aman.
’’Sebagian besar bangunan di sekitar lokasi roboh tidak memenuhi kaidah teknis. Kami menyarankan dilakukan rekonstruksi dan saat ini sedang mulai mendesain kawasan secara menyeluruh,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz