Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kualitas MBG di Jombang Buruk, Dewan Pendidikan Sidak ke Sekolah dan SPPG, Ini Hasilnya

Wenny Rosalina • Kamis, 4 September 2025 | 23:40 WIB
Dewan pendidikan Jombang saat sidak ke dapur SPPG penyedia MBG di Kepatihan Jombang
Dewan pendidikan Jombang saat sidak ke dapur SPPG penyedia MBG di Kepatihan Jombang

JombangBanget.id - Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang langsung bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah dan SPPG tersebut, Rabu (3/9), menyusul banyaknya keluhan dari siswa terkait kualitas makanan.

Dalam sidak, Ketua Dewan Pendidikan Cholil Hasyim menemukan sejumlah makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Di antaranya nasi goreng basi, jeruk busuk sisa hari sebelumnya, serta susu kemasan yang diduga kadaluarsa.

”Kami menemukan ini,” ujar Cholil sambil menunjukkan jeruk busuk yang dibuang siswa.

Cholil meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG untuk meningkatkan pengawasan mutu.

”Kami akan musyawarahkan. Jika belum ada perbaikan, kami akan keluarkan rekomendasi resmi atas temuan hari ini,” tegasnya.

Usai sidak ke sekolah, Dewan Pendidikan melanjutkan inspeksi ke dapur SPPG Kepatihan.

Mereka meninjau langsung proses penyajian, kebersihan, dan bahan pangan yang digunakan.

Lilis Wijayati, vendor SPPG Kepatihan menegaskan, pihaknya telah menerima seluruh keluhan yang disampaikan baik SMPN 2 Jombang maupun Dewan Pendidikan Jombang.

”Insya Allah kalau ada kekurangan-kekurangan sedikit akan jadi pembelajaran bagi kami,” jelasnya.

Evaluasi dari tiga hari pertama pelaksanaan, masih fokus pada perbaikan jadwal distribusi MBG ke sekolah-sekolah.

”Untuk keterlambatan maklum kita masih awal, kami berjanji ke depan lebih tepat waktu,” jelasnya.

Soal keluhan susu yang diduga kadaluarsa, Lilis membantah. Ia mengklaim jika susu yang diberikan aman, dan kaladuarsa tahun 2026.

”Silahkan kalau mau sidak ke dapur, kami saat ini sedang packing, tidak ada susu kadaluarsa,” tegasnya.

Sementara keluhan nasi mentah, nasi basi, hingga lauk yang belum masak, ia menjelaskan, jika proses masak sudah sesuai dengan SOP.

”Barang datang jam 4 sore, kami cuci, jam 6 kami rebus, setelah direbus jam 9 kita goreng, kemudian jam 3 pagi kita masak sesuai kebutuhan menu setiap hari,” jelasnya.

SPPG Kepatihan setiap harinya memasak 2.200 porsi untuk empat sekolah, yaitu SMPN 1 Jombang, SMPN 2 Jombang, TK Amanah, dan TK Aba.

Sedangkan komponen menu harus mengandung protein hewani, protein nabati, sayur, buah. ”Susu seminggu sekali,” pungkasnya. (wen/naz)

 

Editor : Achmad RW
#kualitas #Mbg #SPPG #Jombang #buruk #Dewan Pendidikan