Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Demo Anarkis Bukan Solusi, NU dan Muhammadiyah di Jombang Kompak Serukan Jaga Kondusifitas

Anggi Fridianto • Senin, 1 September 2025 | 23:49 WIB
TEDUH: Ratusan driver ojol di Kabupaten Jombang melakukan salat Gaib dan doa bersama jajaran forkopimda di lapangan Mapolres Jombang, Jumat (29/8) malam.
TEDUH: Ratusan driver ojol di Kabupaten Jombang melakukan salat Gaib dan doa bersama jajaran forkopimda di lapangan Mapolres Jombang, Jumat (29/8) malam.

JombangBanget.id – Dua organiasi keagaamaan besar di Jombang, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, kompak menyerukan pentingnya menjaga kondusifitas di tengah memanaskanya situasi nasional.

Mereka menghimbau masyarakat tidak terprovokasi melakukan tindakan-tindakan anarkistis.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jombang Dr Abdul Malik, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi bangsa saat ini.

Menurutnya, situasi yang berkembang bukanlah peristiwa instan, melainkan akumulasi panjang dari perjalanan kebangsaan.

”Kita tahu bahwa kondisi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi, memang tidak baik-baik saja. Hampir semua sektor hasilnya tidak terlalu baik. Ini harus menjadi perhatian serius para pengambil kebijakan, baik legislatif maupun eksekutif,” ujar dia.

Ia menegaskan, kesulitan ekonomi rakyat jangan sampai dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

”Tekanan sosial bisa memunculkan letupan emosi, dan itu rawan dipakai untuk kepentingan yang justru merugikan bangsa,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk remaja masjid dan komunitas di Jombang, untuk tetap menahan diri.

”Silakan menyampaikan aspirasi, tapi gunakan ruang dialog dengan baik, sesuai aturan, dan tetap menjaga ketertiban,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada para penguasa dan pejabat daerah agar lebih berhati-hati dalam bersikap.

”Kondisi hari-hari ini sangat sensitif. Jangan sampai rakyat merasa ada ketidakadilan, karena itu bisa memicu gejolak lebih luas,” pungkasnya.

Baca Juga: Begini Hasil Mediasi Warga Tunggorono Jombang yang Demo Tanah Gogol Dipakai Akses Perumahan

Sementara itu, Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik menekankan pentingnya menjaga situasi tetap damai.

Ia mengimbau warga Nahdliyin agar tidak mudah terpancing ajakan demonstrasi yang belakangan marak di media sosial.

”Kami mengimbau kepada seluruh warga Jombang pada umumnya, dan khususnya warga Nahdliyin, agar tetap tenang dan tidak mudah terbawa situasi yang berkembang. Alhamdulillah, kondisi di Jombang sejauh ini masih kondusif. Mari kita jaga suasana damai ini dengan menahan diri,” ujarnya.

Tak hanya itu, merespons maraknya kerusuhan akhir-akhir ini, PCNU juga mengeluarkan lima poin penting.

Pertama, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk serta menenangkan rakyat Indonesia dengan menginstruksikan kepada seluruh pembuat kebijakan mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah untuk mencabut dan membatalkan kebijakan-kebijakan dan aturan-aturan yang memperberat beban rakyat saat situasi ekonomi tidak dalam keadaan baik.

Kedua, kepada seluruh wakil rakyat di DPR RI, tanpa terkecuali untuk meminta maaf kepada bangsa Indonesia, kepada rakyat yang mereka wakili dan membatalkan seluruh kenaikan gaji dan tunjangan yang telah mereka tetapkan karena dari sinilah semuanya berawal.

Ia juga menghimbau kepada para wakil rakyat di DPR RI agar senantiasa menjaga lisannya untuk tidak mengucapkan kata atau kalimat yang terkesan merendahkan rakyat dan menyakiti hati rakyat yang mereka wakili.

Ketiga, kepada seluruh elemen bangsa Indonesia, agar tetap tenang dan waspada, tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang tidak jelas tujuannya.

Menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi, dan aksi protes adalah hak setiap warga negara.

Tetapi, merusak, menjarah, dan membakar serta tindakan yang merugikan lainnya adalah tindakan kriminal yang harus dijauhi dan dihindari.

”Lakukan demonstrasi, protes dengan tertib dengan santun. Jangan nodai demokrasi dengan tindakan-tindakan kriminal yang merugikan,” tandas Gus Fahmi, sapaan akrabnya.

Keempat, kepada aparat keamanan, TNI dan Polri agar menahan mereka yang melakukan tindakan kriminal.

Tetapi kepada rakyat yang melakukan aksi damai dengan tertib dan santun, wajib dikawal dan dilindungi.

”TNI dan Polri adalah sahabat rakyat, bukan musuh rakyat,” tegasnya.

Terakhir, kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya warga Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk tetap tenang, waspada dan tidak mudah terprovokasi.

”Lakukan doa-doa dan Istighotsah di tempat masing-masing, untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar krisis bangsa ini bisa segera dilewati dan dilalui dengan baik,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#unjuk rasa #kondusif #anarkis #PCNU Jombang #nu dan muhammadiyah #PD Muhammadiyah #demo #Jombang