Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Santri di Jombang Kompak, Kirim Doa Damai Lawan Kegaduhan Negeri

Anggi Fridianto • Senin, 1 September 2025 | 23:11 WIB
UNTUK KEDAMAIAN: Ribuan santri dari berbagai pondok di Jombang menggelar salat gaib dan doa bersama.
UNTUK KEDAMAIAN: Ribuan santri dari berbagai pondok di Jombang menggelar salat gaib dan doa bersama.

JombangBanget.id - Merespons berbagai kerusuhan yang ditimbulkan demo aksi solidaritas di berbagai daerah mengetuk keprihatinan kalangan pesantren.

Ribuan santri dari berbagai pondok di Kabupaten Jombang menggelar salat Gaib dan doa bersama seraya menyerukan perdamaian bangsa.

Seperti terpantau di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Minggu (31/8) siang.

Ratusan santri bersama para kiai melaksanakan salat Gaib untuk almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal akibat peristiwa kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu.

”Kami melaksanakan salat Gaib untuk mendoakan saudara kita, Affan Kurniawan. Dalam pandangan Islam, pekerja yang mencari nafkah untuk keluarganya memiliki kedudukan mulia, bahkan bisa dikategorikan sebagai jihad. Karena itu, saya meyakini beliau syahid fisabilillah,” ujar Pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif KH Abdussalam Shohib.

Gus Salam, sapaan akrabnya, menegaskan kasus kematian Affan harus diusut secara tuntas.

Ia mendesak aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada sanksi etik, melainkan juga melihat dari sisi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan transparansi proses hukum.

”Keadilan harus ditegakkan. Jika dibiarkan, kezaliman justru akan melahirkan kehancuran. Pemerintah perlu benar-benar menjaga keadilan di semua lini, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya aksi anarkis yang terjadi di berbagai daerah.

Ia menilai penyampaian aspirasi merupakan hal wajar dalam negara demokrasi, namun tetap harus dilakukan secara tertib.

”Kalau sudah mengarah pada tindakan merusak, aparat wajib bertindak sesuai prosedur,” ungkapnya.

Baca Juga: Begini Hasil Mediasi Warga Tunggorono Jombang yang Demo Tanah Gogol Dipakai Akses Perumahan

Sementara itu, hal serupa juga dilakukan ratusan santri dan warga sekitar Pondok Pesantren Babussalam Kalibening, Mojoagung.

Sekitar 1.300-an santri berkumpul melantunkan doa untuk kedamaian Indonesia, Sabtu (29/8).

”Ketika bangsa ini diuji dengan kegaduhan, jangan sampai hati kita ikut gaduh. Mari tenangkan diri, perbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar negeri ini tetap damai. Karena doa adalah benteng terakhir kita sebagai umat beriman,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Kalibening KH Muhajjirin.

Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tahdzib, Ngoro juga menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia pada Sabtu (30/8) malam.

”Kami memohon kepada Allah SWT agar Indonesia selalu diberi keselamatan, dijauhkan dari segala bencana, serta diberikan pemimpin yang adil dan amanah. Doa adalah senjata orang mukmin, dan kami yakin ikhtiar batin ini akan menjadi kekuatan bagi bangsa,” ujar putra pengasuh Ponpes At-Tahdzib, Muhammad Hammam.

Gus Hammam,sapaan akrabnya, juga mengingatkan pentingnya persatuan di tengah masyarakat.

Menurutnya, bangsa yang besar tidak hanya membutuhkan kekuatan ekonomi dan politik, tetapi juga ikatan spiritual yang kuat.

”Kami ingin para santri belajar bahwa menjaga bangsa tidak hanya melalui perjuangan lahir, tetapi juga melalui doa dan munajat kepada Allah SWT,” tambahnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#unjuk rasa #Santri #kirim doa #Pondok Pesantren #Affan Kurniawan #demo #kegaduhan #doa bersama #Santri Jombang