Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Jadi Juara MTI Nasional, Zhafif Raissa Sebut Ingin Jadi Guru hingga Kuliah di Qatar

Wenny Rosalina • Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:19 WIB
Zhafif Raissa Jaya Wardana, siswa MAN PK MAN 4 Jombang Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar peraih juara MTI Nasional
Zhafif Raissa Jaya Wardana, siswa MAN PK MAN 4 Jombang Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar peraih juara MTI Nasional

JombangBanget.id - Setelah sukses meraih juara dua Musabaqah Tarikh Islam (MTI) tingkat nasional, Zhafif Raissa Jaya Wardana, siswa MAN PK MAN 4 Jombang Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, kini mulai menatap masa depan dengan lebih cerah.

Dia bercita-cita kuliah ke Qatar dan kelak berkarir sebagai pengajar.

Untuk mewujudkan cita-citanya, Zhafif sudah menyiapkan diri sejak dini. Selain mendalami sejarah kebudayaan Islam dan bahasa Arab, ia juga mulai mempersiapkan kecakapan bahasa Inggris.

’’Karena ingin kuliah di Qatar, saya harus mempersiapkan TOEFL dan TOAFL. Pernah ikut percobaan dengan menjawab soal-soal saja. Nanti kelas tiga akhir baru ikut tes yang sesungguhnya, karena ada program dari asrama,’’ jelasnya.

Kesungguhan Zhafif terlihat dari rutinitas belajarnya yang padat.

Usai belajar dan persiapan lomba, ia masih meluangkan waktu khusus untuk hafalan Alquran,  pukul 00.30 hingga 03.00 dini hari. Hampir setiap hari ia beraktivitas tanpa tidur malam penuh.

’’Sering mencuri waktu tidur ketika jam istirahat siang, karena malam saya gunakan untuk hafalan,’’ ujarnya.

Kecintaan Zhafif terhadap bahasa Arab sudah tumbuh sejak duduk di MIN 4 Jombang dan terus berlanjut di MTsN 4 Jombang.

Saat itu ia juga mondok di Asrama Sunan Ampel PP Mambaul Maarif Denanyar. Menurutnya, kunci memperdalam bahasa Arab adalah dengan pembiasaan.

Dari empat metode belajar bahasa Arab, yaitu Istima', Kalam, Qiro'ah dan Kitabah, seluruhnya dia terapkan.

Ia juga rutin menambah minimal lima kosa kata baru atau mufrodat setiap harinya.

’’Metode yang paling cepat menurut saya adalah melazimkan lima mufrodat baru setiap hari. Dengan begitu, perbendaharaan kata akan terus bertambah,’’ urainya.

Di MAN PK, program bahasa memang mendapat perhatian khusus. Ada pembimbing khusus di madrasah diniyah yang mengarahkan kemampuan bahasa Arab para santri.

’’Di asrama setiap hari kami juga belajar bahasa asing, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris,’’ tambah Zhafif.

Meski fokus pada sejarah dan bahasa Arab, Zhafif tidak menutup diri terhadap ilmu lain. Hanya saja, ia mengaku tidak semua bidang menjadi prioritas.

’’Belajar ilmu pengetahuan lain tetap saya lakukan, tapi tidak terlalu menjadi fokus saya,’’ ucapnya. (wen/jif/riz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#siswa #Pondok Pesantren Mambaul Maarif #Juara #mti #Man 4 Jombang