JombangBanget.id - Peredaran miras terus marak di Jombang. Polisi berhasil mengamakan 10 orang serta puluhan botol miras dai salah satu angkringan saat melakukan patroli, Rabu (16/7) malam.
"Awalnya kami melakukan patroli di sekitar Pasar Legi Jombang tadi malam, dan melakukan pemeriksaan,” terang Kapolsek Jombang AKP Mulyani.
Namun, di salah satu angkringan, sejumlah pengunjung yang tampak gelisah, petugas pun memutuskan mendekat.
Begitu langkah polisi mendekat ke warung, suasana langsung berubah gaduh.
Sejumlah pengunjung panik dan berlarian, sebagian mencoba menyelinap ke gang-gang kecil di sekitar pasar, sementara yang lain hanya terdiam kaku, botol arak masih tergenggam di tangan.
Polisi segera melakukan penggeledahan. Hasilnya mengejutkan. Puluhan botol arak Jawa ditemukan berserakan, beberapa di antaranya masih tersembunyi rapi di balik lapak angkringan.
Empat botol arak putih berukuran satu liter ditemukan dalam kondisi tersegel. Aroma alkohol pekat menusuk udara malam yang lembab.
Mulyani menjelaskan, patroli malam itu memang difokuskan ke sejumlah titik rawan yang dicurigai menjadi lokasi pesta minuman keras.
”Ketika kami periksa, ternyata benar, angkringan itu jadi tempat kumpul orang mabuk. Bahkan pemilik warung pun ikut kami amankan,” kata Mulyani.
Yang lebih memprihatinkan, bukan hanya anak-anak muda yang terlibat, beberapa pria dewasa juga tertangkap tangan sedang pesta miras bersama-sama.
”Total ada sepuluh orang yang dibawa ke mapolsek, berikut barang bukti puluhan botol arak oplosan,” tandasnya.
Menurut AKP Mulyani, kejadian seperti ini bukan sekadar pelanggaran terhadap Perda Kabupaten Jombang No.16/2009 tentang pengawasan minuman beralkohol.
Lebih dari itu, pesta miras sering menjadi awal dari gangguan kamtibmas—keributan, tindak kriminal, hingga kecelakaan lalu lintas.
”Ini sangat meresahkan masyarakat. Kami tak akan berhenti. Patroli dan penindakan akan terus kami lakukan, demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga Jombang,” tegasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz