JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya tidak merasa lebih tahu.
Pendeta mengutip Zakharia 4:4-5. Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"
Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku : "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!"
Suatu saat di ruang keluarga saya sedang melihat cucu asyik dengan puzzle-nya.
Dia sedang menyusun puzzle bergambar seekor gajah. Sekeping demi sekeping mulai dia susun sampai akhirnya tubuh gajah sudah tersusun.
Nah, saat itu tinggal ekor dan belalainya. Di tangannya ada sekeping gambar sesuatu yang berbentuk memanjang.
Cucu saya langsung meletakkan keping tersebut ke bagian ekor. Apa yang terjadi? Berkali-kali dia mencoba keping yang dipegang itu tidak bisa masuk.
Pada akhirnya saya berusaha memberi tahu bahwa itu bukan ekor, melainkan belalai. Namun dia membantah: Bukan ini ekor, sebab panjang.
Maka teruslah ia mencoba-coba meletakkan keping gambar belalai itu ke ekor si gajah. Sampai pada akhirnya menangis karena tidak berhasil.
Ilustrasi cerita di atas adalah sebuah gambaran yang sering terjadi kalau kita bersikap merasa lebih tahu.
Sehingga yang terjadi hal itu malah menjadi tindakan bodoh dalam pandangan orang lain. Kita mau belajar dan meneladani apa yang dilakukan Zakharia.
Ketika dia mendapat penglihatan ilahi, tetapi tidak mengerti maknanya. Maka dengan tulus dia menanyakan maknanya kepada malaikat.
Yang menarik ternyata malaikat tidak langsung menjawabnya. Malah memberikan pertanyaan seolah-olah malaikat itu berharap Zakharia seharusnya sudah tahu.
Sangat manusiawi kalau saat itu Zakharia merasa harga dirinya tersinggung sehingga berhenti bertanya atau bahkan bersikap merasa lebih tahu.
Namun Zakharia tidak melakukan itu. Dia tidak berusaha menebak-nebak, apalagi berpura-pura tahu atau sok tahu.
Melainkan dengan rendah hati dia mengakui ketidaktahuannya. Ini dilakukannya sampai beberapa kali (ayat 4, 11, 12).
Tidak bersikap merasa lebih tahu merupakan bukti kita punya karakter yang rendah hati dan mau belajar.
Agar berhasil dalam berbagai aspek kehidupan, inilah sebenarnya yang selalu kita perlukan. Bahkan yang lebih penting lagi, bahwa Tuhan sangat menghargai sikap seperti ini.
Jangan malu bertanya supaya tidak tersesat. Terlebih dalam segala hal, selalu bertanya kepada Tuhan dengan cara selalu berdoa sebelum melakukan segala sesuatu.
Orang-orang yang berhasil dan sukses tak henti-hentinya bertanya yang dia tidak tahu.
Sebab hal itu pasti menambah pengertian yang sudah ia punya. Menyadari siapa kita kalau tanpa Tuhan, membuat kita tidak merasa lebih tahu dari Tuhan.
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12). ’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW