JombangBanget.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau pembangunan Sekolah Rakyat di kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung, Jumat (27/6).
Khofifah memastikan, Kabupaten Jombang masuk prioritas utama yang akan dimulai 14 Juli bersama 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kesiapan siswa di Jombang sudah klir.
Pantauan di lokasi, Khofifah tiba di SKB Mojoagung sekitar pukul 13.20.
Turut mendampingi Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani, Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, dan jajaran kepala OPD terkait.
Dalam kesempatan itu, Khofifah memantau satu per satu fasilitas Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung, mulai ruang kelas, asrama putra dan putri, dapur, toilet hingga ruang rapat.
”Insya Allah 14 Juli akan ada peluncuran secara nasional. Dari Jatim ada 19 lokasi, salah satunya di Jombang yang akan dimulai,’’ ujar dia di sela-sela sidak.
Ia menyampaikan, untuk Kabupaten Jombang hanya akan memulai 4 rombel (2 SMP dan 2 SMA). Sedangkan, untuk jenjang SD belum dibuka.
”Jadi untuk di Jombang nanti masing-masing ada 25 siswa per rombel,’’ papar dia.
Ia mengatakan, soal kesiapan siswa Jombang sudah klir. Beberapa waktu lalu, Pemkab Jombang telah menetapkan siswa Sekolah Rakyat.
”Ada pertemuan calon siswa dan calon orang tua siswa di Jombang. Itu dilakukan untuk bisa mengetahui sistem pendidikan di Sekolah Rakyat yang berbasis boarding school,’’ jelas dia.
SKB Mojoagung nanti hanya akan menjadi Sekolah Rakyat sementara hingga gedung Sekolah Rakyat permanen selesai dibangun.
”Jadi ada 5,2 hektare (lahan) disiapkan sebagai bangunan permanen untuk Sekolah Rakyat di Jombang. Sekarang semua masih fokus proses renovasi, dan kita menunggu pusat membagun sesuai desain yang pak Presiden inginkan,’’ jelas dia.
Untuk diketahui, kegiatan dengan nama Pekerjaan Sekolah Rakyat Tahap I milik Kementerian PU Dirjen Prasarana Strategis dikerjakan NINDYA-ADHI KSO dan konsultan pengawas Yodya-Virama KSO.
Nilai kontrak sebesar Rp 322.399.800.000 dari APBN 2025 untuk 65 titik lokasi di 24 provinsi.
Kontrak mulai 10 Mei 2025 dengan waktu pelaksanaan selama 60 hari kerja.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Jombang, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) (27/6).
Bantuan senilai Rp 5,69 miliar diberikan kepada warga pra sejahtera, disabilitas juga para relawan.
Penyerahan bansos di Gedung PSBR Jombang dihadiri ratusan keluarga penerima manfaat (KPM).
Di antaranya, bansos ASPD (asistensi sosial penyandang disabilitas, bansos lansia (PKH plus), bansos KIP putri jawara dan PPKS Jawara, bantuan langsung tunai buruh pabrik rokok, zakat produktif, bantuan langsung program pemberayaan BUMDes, program Desa Berdaya, dan program Jatim Puspa, bantuan operasional pendamping PKH plus, dan tali asih bagi TKSK dan Tagana.
Bupati Jombang Warsubi, Wabup Salmanudin, dan jajaran kepala OPD terkait juga hadir dalam kegiatan penyaluran bansos.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan disalurkan agar bisa membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Sehingga bisa mendukung kesejahteraan warga yang membutuhkan.
”Mudah-mudahan apa yang tadi disampaikan amanah dan bisa memberikan penguatan penyejahteraan bagi masyarakat serta pembangunan di desa,” ujar dia.
Ia menambahkan, ada beberapa kategori bantuan yang disalurkan.
Mulai bantuan untuk lansia, bantuan pemberdayaan bagi desa yang rata-rata diterima Rp 100 juta per desa.
Ada juga bantuan zakat produktif bagi pelaku usaha mikro Rp 500 ribu per orang.
”Ada juga bantuan yang kita negoisasikan ke Menkeu lewat DBHCHT. Dan Alhamdulillah kita mendapatkan Rp 19.8 miliar se Jatim dan ada 517 penerima yang kita salurkan di Jombang,’’ jelas dia.
Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh unsur relawan TKSK dan Tagana yang selama ini telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membantu menangani kebencanaan di wilayah Kabupaten Jombang.
”Terima kasih atas kerja keras panjenengan semua. Mudah-mudahan Allah melimpahkan semua kenikmatan, kasih sayang, dan keberkahan kepada kita semua,’’ pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani mengatakan, total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp 5,69 miliar.
”Ini merupakan bentuk apresiasi Ibu Gubernur dan kepedulian untuk masyarakat yang membutuhkan,’’ ujar dia. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz