Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Terendam Banjir Berhari-hari, Petani Semangka di Sumobito Jombang Kelimpungan

Ainul Hafidz • Senin, 19 Mei 2025 | 00:23 WIB
TERENDAM BANJIR: Sawah di Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang yang ditanami semangka terendam air,.
TERENDAM BANJIR: Sawah di Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang yang ditanami semangka terendam air,.

JombangBanget.id – Banjir melanda lahan pertanian di Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang, Sabtu (17/5).

Akibatnya, tanaman semangka milik petani terancam mati.

Sudah hampir lima hari terus-terusan terendam air.

’’Rata-rata usia tanaman 30 hari,’’ kata Supriono, salah seorang petani Dusun Wonosari, Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Banjir menerjang pertanian sejak lima hari lalu. Rata-rata sawah sudah ditanami, mulai padi hingga semangka. Miliknya ditanami semangka.

’’Tiga hari lalu itu dipompa, airnya disedot biar tanamannya tidak mati,’’ imbuhnya.

Namun banjir kembali melanda wilayah setempat. Kondisi itu membuatnya khawatir tanaman mati.

’’Hari ini (kemarin) ternyata banjir lagi, mau disedot pakai pompa air lagi masih belum bisa. Karena air di saluran juga masih tinggi,’’ kata Supriono.

Sementara itu, Kades Gedangan, Edy Santoso, membenarkan lahan pertanian setempat terendam banjir.

’’Banjir di sawah itu akibat luberan Saluran Kedungbajol,’’ terangnya.

Saluran tersebut tak bisa mengalir dengan lancar.

Baca Juga: Yakin Masuk Musim Kemarau, Petani Utara Brantas Jombang Mulai Siapkan Lahan Tanam Tembakau

Tepatnya berada di bawah jembatan, perbatasan antara desa setempat dengan Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben.

’’Seperti ada sumbatan di bawah jembatan, warga juga sebenarnya sudah kerja bakti. Tapi, setiap hujan pasti di sana airnya tidak bisa mengalir lancar,’’ bebernya.

Akibatnya air luber ke sawah. Mengakibatkan lahan yang rata-rata sudah ditanami semangka ikut terdampak.

’’Kebanyakan belum sampai ada yang berbuah, masih tanaman antara usia 30-35 hari,’’ urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, M Rony, melalui Kepala Bidang Perlindungan Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman Pangan Perkebunan dan Holtikultura, Akhmad Jani Masyhudi, menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.

’’Informasi awal, teman-teman di lapangan begitu, sementara masih didata ada di mana saja. Besok (hari ini) mungkin sudah keluar datanya,’’ katanya.

Sebagian petani wilayah itu saat ini menanam semangka. Menyebar di Kecamatan Sumobito dan Kecamatan Kesamben.

’’Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, seperti di Mentoro, Gedangan, dan Watudakon (Kecamatan Kesamben). Setelah padi, petani tanam semangka,’’ imbuhnya.

Salah satu pertimbangannya, petani yakin sudah masuk musim kemarau.

’’Petani istilahnya berspekulasi, setelah panen padi, itu tanam semangka karena sudah kemarau. Waktu itu juga sudah jarang turun hujan, ternyata Mei masih hujan,’’ ungkapnya. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#terendam banjir #tanaman semangka #Sumobito #sawah #watudakon #Kesamben #Jombang #semangka #gedangan