Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dibeli Rp 5.000 Per Kilogram oleh Tengkulak, Petani Sumberjo Jombang Bingung Jual Gabah

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 7 April 2025 | 13:42 WIB
DIPANEN: Petani di Jombang memanfaatkan mesin combine untuk memanen padi ditengah harga jual gabah yang terus turun.
DIPANEN: Petani di Jombang memanfaatkan mesin combine untuk memanen padi ditengah harga jual gabah yang terus turun.

JombangBanget.id – Petani di Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang mengeluhkan harga jual gabah.

Pasalnya, gabah kering panen (GKP) milik petani hanya dibeli seharga Rp 5.000 per kilogram (kg) oleh tengkulak.

Padahal pemerintah sudah menetapkan harga pembelian GKP sebesar Rp 6.500 per kg.

Petani pun mengaku belum pernah mendapat sosialisasi terkait kebijakan HPP gabah sebesar Rp 6.500.

”Gabah saya kemarin hanya dihargai Rp 5.000 per kilogram. Saya jual ke tengkulak. Baru dua hari kemarin panennya. Itu pun saya masih harus keluar biaya untuk panen dan angkut sebesar Rp 2 juta, belum lagi  ngasih makan, rokok dan lain-lain. Sangat merugikan sekali,” terang Sokib, petani di Desa Sumberjo kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (6/4).

Ditanya terkait kebijakan pemerintah yang menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kilogram, dan kesiapan Bulog menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP, Sokib mengaku tidak paham sama sekali.

”Saya tidak ngerti, belum pernah dapat sosialisasi juga,” bebernya.

Tidak hanya itu, Sokib juga mengaku tidak mengenal Bhabinsa ataupun petugas penyuluh lapangan (PPL) di wilayah setempat.

”Saya nggak kenal PPL sini, nomor HP-nya juga tidak punya,” bebernya.

Tidak hanya dirinya, banyak petani lainnya hingga kini kebingungan lantaran tak bisa menjual gabah.

Padahal umur padi petani di wilayahnya rata-rata sudah masuk masa panen.

Baca Juga: Komitmen Jaga Stabilitas Harga, Serapan Gabah dan Beras Bulog Mojokerto Tertinggi di Jawa Timur

”Sekarang petani di sini bingung nggak bisa jual gabah. Sebab nggak ada bakul. Ada tapi siap membeli Rp 4.000 per kilo, jadi petani merugi, modal saja nggak balik kalau segitu,” keluhnya.

Karena merasa merugi, pada panen selanjutnya, Sokib memilih memanen sendiri padinya, dan sementara waktu menyimpannya di rumah, menunggu harga gabah membaik.

”Ini sawah yang lain saya panen sendiri, sebab padinya sudah tuek, sudah tengkluk-tengkluk,” tandas Sokib sambil melanjutkan kegiatan memanen.

Meski tidak bisa memastikan, tanaman padi di wilayahnya mencapai puluhan haktare hingga kini banyak yang belum dipanen.

”Itu tadi, sebab nggak ada bakul, apalagi dari Bulog,” tegasnya.

Sementara harga gabah di wilayah Kecamatan Ngoro lebih baik dibandingkan di Kecamatan Jombang. Untuk harga gabah sendiri dihargai Rp 6.200 hingga Rp 6.300 per kg.

”Harganya masih di bawah HPP, tapi masih lumayan bagus,” ujar Mustajib salah satu petani asal Desa Pulorejo kemarin.

Dirinya mengatakan, setiap kali panen dirinya menjual ke tengkulak tidak pernah menjual ke Bulog. ”Memang seringnya ke tengkulak lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator PPL Kecamatan Jombang Dinas Pertanian Widiyawati mengungkapkan, memang para petani masih banyak yang menjual hasil panennya ke tengkulak.

”Karena mesin combine banyak yang dikuasai tengkulak. Sehingga petani tidak mau ribet lagi,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, tengkulak saat ini membeli gabah dengan harga Rp 6.100 hingga Rp 6.200 per kg.

”Saat ini di Desa Plosogeneng panen harga gabah Rp 6.100 hingga Rp 6.200 per kg-nya,” bebernya.

Terkait dengan harga gabah petani di Desa Sumberjo yang dibeli tengkulak hanya Rp 5 ribu per kg, pihaknya akan kroscek ke lapangan secepatnya.

”Kita akan cek kondisi di lapangan. Karena tidak ada yang menawar hingga Rp 5 ribu per kg,” tegasnya.

Terkait dengan serapan Bulog sendiri, pihaknya sendiri juga tidak mengetahui pasti berapa serapan per harinya.

”Hari Kamis (4/4) kemarin sudah mulai menyerap. Kalau Bulog memang dihargai Rp 6.500 sesuai dengan HPP,” pungkasnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#padi #panen #harga jual #hpp #tengkulak #Jombang #bulog #gabah #turun #Petani