JombangBanget.id – Program makan bergizi gratis (MBG) secara bertahap mulai berjalan di Jombang.
Selain Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Machfudhoh Wahab di lingkup Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas yang sudah jalan sejak pekan lalu beroperasi.
Ada juga SPPG Fatayat NU Jatim yang mulai berjalan sejak Senin (24/2).
Meski begitu, pemkab mengaku belum menerima laporan resmi.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyampaikan, program MBG secara bertahap sudah berjalan di Jombang.
Namun secara resmi, ia belum menerima laporan terkait implementasi MBG di Jombang.
”Jadi sesuai informasi yang kami terima, beberapa sekolah memang sudah menerima MBG di lingkup Ponpes Tambakberas. Namun kami belum dapat laporan resminya,’’ ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang.
Ia mengaku, jika program MBG sejak awal langsung ditangani Badan Gizi Nasional (BGN) dengan SPPG langsung.
”Jadi memang ditangani BGN. Kita tidak dilibatkan secara langsung,’’ pungkasnya.
Terpisah, Kepala Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, saat ini ada beberapa sekolah di lingkup Ponpes Bahrul Ulum yang menerima program MBG.
”Jadi informasi yang kami dapat dari sekolah, ada beberapa sekolah tapi belum semua. Misalnya, MAN 3 Jombang, MA Unggulan Wahab Hasbullah dan MTs Bahrul Ulum Tambakberas,’’ terangnya.
Dari informasi yang ia terima, dalam waktu dekat, SPPG di lingkup Ponpes Mambaul Maarif Denanyar juga akan menjalankan program MBG.
”Informasinya demikian. Tapi kapan pastinya kami belum dapat informasi,’’ jelas dia.
Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Fatayat NU Jatim mulai beroperasi di Jombang sejak Senin (24/2).
Program MBG yang dikelola SPPG Fatayat NU Jatim salah satunya di dapur Fatayat NU Jombang yang berada di Dusun Petengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
”Sesuai MoU untuk 3 hari ini sebelum liburan sebanyak 1.500 porsi. Tapi setelah itu nanti ada 3.469 porsi,” ujar koordinator SPPG Fatayat NU Jatim yang ada di Jombang, Lailatun Ni'mah.
Ketua Fatayat NU Jombang ini mengatakan, sebanyak 1.500 porsi MBG diberikan kepada 28 sekolah di radius 5 hingga 6 kilometer (Km) dari dapur SPPG.
Terdiri dari TK, PAUD, RA, SD, MI, SMP, dan MTs. MBG diberikan dengan porsi yang sesuai dengan ketentuan pemenuhan gizi dari BGN.
Seperti di SDI Al-Madinah, salah satu penerima MBG dari dapur Fatayat NU Jombang.
Sebanyak 138 siswa di sekolah tersebut mendapatkan menu MBG berupa nasi putih dengan lauk ayam teriyaki, oseng sayur, dua potong buah semangka, dan satu bungkus susu.
”Porsinya berbeda. Jadi porsi PAUD dengan porsi usia SMP berbeda,’’ ujarnya.
Pihaknya menambahkan, pengelolaan MBG di dapur Fatayat NU Jombang sesuai ketentuan MBG.
Lokasi dapur tidak bisa sembarangan dimasuki orang luar. Hanya khusus tim ahli gizi dan para juru masak yang bisa masuk dalam dapur tersebut.
”Kita juga menggandeng ahli gizi agar tahu komposisi gizinya. Kalau yang alergi nasi kita ganti dengan mashed potato, yang alergi ayam kita ganti ikan. Jadi kandungannya nanti kita sesuaikan," pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz