Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

SMPN 1 Jogoroto Jombang Raih Predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, Ini Kunci Suksesnya

Wenny Rosalina • Rabu, 9 Oktober 2024 | 16:39 WIB
MEMBANGGAKAN: Kepala SMPN 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri SPd, menerima penghargaan dari Wamen LHK Alue Dohong di Jakarta (2/10).
MEMBANGGAKAN: Kepala SMPN 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri SPd, menerima penghargaan dari Wamen LHK Alue Dohong di Jakarta (2/10).

Jombangbanget.id - SMPN 1 Jogoroto kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Kali ini menerima penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, kepada Kepala SMPN 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri SPd, di Auditorium Dr Ir Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/10).

’’Adiwiyata yang telah dirintis oleh para pendahulu, tahun ini menjadi Adiwiyata Nasional,’’ kata Kepala SMPN 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri SPd.

Perjuangan SMPN 1 Jogoroto untuk meraih penghargaan Adiwiyata Nasional tidak mudah. Dimulai dari penghargaan Adiwiyata Kabupaten pada 2013.

Kemudian lolos Adiwiyata Provinsi 2021. Pada 3 Juli 2024, SMPN 1 Jogoroto mendaftar untuk dapat Adiwiyata Nasional.

’’Alhamdulillah, dalam satu kali pendaftaran langsung lolos. Ini juga berkat kerjasama seluruh warga SMPN 1 Jogoroto, mulai kepala sekolah, guru, karyawan, komite, termasuk siswa,’’ jelasnya.

Khoiri mengatakan, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang indah, berseri, dan nyaman, tak lepas dari dukungan para siswa.

Siswa dituntut aktif terlibat dalam kegiatan lingkungan, melalui inovasi yang telah dicanangkan bersama.

Di antara inovasi yang telah dibuat, barcode tanaman.

Pada setiap tanaman di SMPN 1 Jogoroto ada barcode yang bisa discan dengan smartphone.

Di situ memuat informasi mulai dari nama latin tanaman, jenis vegetasi, dari mana asalnya hingga jumlahnya ada berapa.

Baca Juga: SMPN 1 Jogoroto Jombang Ciptakan Suasana Tentram dan Nyaman selama MPLS: Semua Kegiatan Dibuat Menyenangkan

’’Barcode ini inovasi baru, saat Adiwiyata Nasional ini,’’ katanya.

Juga ada inovasi batik ecoprint yang ramah lingkungan.

Biasanya ecoprint menggunakan dedaunan, SMPN 1 Jogoroto menggunakan bahan yang sudah tidak digunakan lagi, yaitu kulit manggis, juga kayu mahoni.

Sehingga lebih ramah lingkungan dan bernilai seni tinggi.

Siswa juga memiliki kerajinan dari sampah. Seperti kertas yang tidak terpakai, diolah lagi menjadi amplop yang digunakan untuk keperluan kantor.

Membuat buku notes dari kertas bekas, kalender dari tutup botol, juga bunga hias dari botol minum.

Sampah anorganik, seperti botol bekas, gelas minum bekas, dikumpulkan tiga hari sekali di bank sampah berseri milik SMPN 1 Jogoroto.

Setelah ditimbang, disalurkan ke bank sampah santri milik Kabupaten Jombang. Hasil penjualannya juga dikemalikan ke siswa.

Begitu juga sampah daun, diolah kembali menjadi kompos yang dibuat dua minggu sekali. Sampah sisa makanan atau sampah organik diolah menjadi pupuk cair.

Pupuk yang telah dibuat kemudian dimanfaatkan untuk merawat tanaman di sekitar sekolah.

’’Semua ada pokjanya, yang terlibat aktif di dalamnya siswa.

Guru hanya sebagai pembimbing. Kedepan pupuk yang telah dibuat inginnya kami jual. Penghasilan kembali kepada siswa agar mereka lebih semangat,’’ urainya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#klhk #SMPN 1 Jogoroto #Jombang #mandiri #sekolah adiwiyata