JombangBanget.id – Duet Pengasuh PP Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur, dan Pengasuh PP Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) kembali memimpin PWNU Jatim.
Kiai Anwar sebagai rais syuriah dan Gus Kikin sebagai ketua tanfidziyah.
Keduanya terpilih dalam Konferwil PWNU Jatim di Pesantren Tebuireng, Jombang.
Pada penjaringan calon ketua tanfidziyah, Gus Kikin, mengantongi dukungan 88 persen.
Tepatnya, 38 suara dari total 45 suara.
Sehingga menjadi calon tunggal dan akhirnya ditetapkan sebagai ketua terpilih setelah dimintakan persetujuan kepada rais syuriah.
’’Sidang pemilihan ketua baru selesai, yang terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz,’’ kata Nur Hidayat, wakil sekretaris PBNU.
Pada periode sebelumnya, Gus Kikin menjabat sebagai plt ketua PWNU Jatim.
Sebelumnya, penetapan rais syuriah disahkan di Tebuireng, Jombang, Sabtu (3/8) sore.
’’Hari ini Sabtu (3/8) bertempat di Pesantren Tebuireng Jombang dalam Konferwil ke-18 NU Jawa Timur telah dilaksanakan musyawarah Ahwa dan berdasarkan musyawarah mufakat sepakat memilih KH Anwar Manshur sebagai rais syuriah,’’ kata Wakil Ketua Umum PBNU, KH Amin Said Husni.
Ini merupakan periode kedua KH Anwar Manshur menjadi rais.
Sebelumnya, dia terpilih menjadi rais pada Konferwil di Lirboyo Kediri 2018.
Penetapan dilakukan setelah tujuh anggota Ahwa bermusyawarah.
’’Memenuhi pasal 5 ayat 1-10 UU Perkumpulan NU, tadi kami anggota Ahwa telah melaksanakan musyawarah menjalankan mandat dan amanah dari konferensi,’’ kata KH Anwar Iskandar, salah satu anggota Ahwa.
Hasil dari keputusan musyawarah Ahwa kemudian dituangkan dalam berita acara yang sekaligus menjadi keputusan rapat pleno.
’’Mudah-mudahan apa yang kita putuskan diridai Allah SWT,’’ lanjut Kiai Anwar sebelum menutup penyampaian hasil musyawarah anggota Ahwa di dalam forum sidang pleno Konferwil.
Anggota Ahwa terdiri dari tujuh orang.
KH Miftachul Akhyar (Surabaya), KH Anwar Manshur (Kediri), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Hasan Mutawakkil Alallah (Probolinggo), KH Fuad Nur Hasan (Pasuruan), KH Ubaidillah Faqih (Tuban) dan KH Mudatsir Badaruddin (Pamekasan). (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz