JombangBanget.id – Lelang proyek preservasi jalan Jatigedong – Jatibanjar yang masuk program Inpres jalan daerah (IJD) sudah muncul pemenang.
Meski begitu, hingga kini pekerjaan proyek percepatan konektivitas jalan daerah tersebut belum berjalan.
Salah satunya terkendala anggaran yang belum dicairkan.
Seperti yang terpantau hingga Senin (30/7) kondisi ruas jalan ini memang terlihat masih belum barubah.
Banyak lapisan aspal yang rusak rusak berat hingga permukaan jalan yang bergelombang.
Belum ada aktivitas pekerja di lokasi. Sejumlah tiang listrik yang berdiri di kedua bahu jalan ini juga terlihat belum dipindah.
”Untuk IJD yang di Jatigedong-Jatibanjar itu memang belum berjalan. Prosesnya masih di kementerian untuk teknis proyeknya,” terang Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiadji.
Pihaknya belum tahu kapan pengerjaan proyek itu akan dimulai.
”Kita di Jombang fokusnya masih pemindahan tiang listriknya dulu, yang sampai sekarang juga belum berjalan,” ungkapnya.
Dalam hal ini, lanjut Agung, pihaknya hanya bisa menunggu pekerjaan karena proses itu bagian dari kewenangan Kementerian PUPR melalui BBPJN.
”Ya, memang waktunya sudah mepet, namun kalau kementerian kan nanti bisa pakai MYC atau kontrak multitahun, jadi mungkin bisa ada pertimbangan lain,” pungkasnya.
Sementara pantauan di laman milik LPSE Kementrian PUPR, terpantau jika lelang proyek itu sudah selesai dilakukan.
Terpantau, lelang proyek Preservasi Jalan Jatigedong - Jatibanjar, Pacet – Trawas, dan Pacing – Pacet itu dimenangkan PT Liman Jaya Trans Mix asal Pasuruan, Jawa Timur dengan harga Rp 38.619.490.893 dari HPS Rp 45.002.123.192.
”Untuk IJD di Jatigedong-Jatibanjar, lelang sudah selesai dilakukan, namun kontrak belum,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur –Bali Siti Sekar Gondo Arum.
Belum dilakukannya kontrak itu, disebut Sekar karena uang yang akan digunakan untuk proyek itu, belum turun dan belum dicairkan dari rekening negara.
”Jadi kami masih menunggu uangnya turun dulu dari kementerian, baru bisa kita laksanakan,” ungkapnya.
Disinggung terkait waktu yang mepet, Sekar menyebut pihaknya juga terus mengkoordinasikan pelaksanaannya.
”Yang jelas sudah ada hitungannya nanti, dan memang ini sering kali kita rapatkan,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz