Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Progres Pekerjaan Proyek Capai Segini, Pembongkaran Cor Jalan Nasional di Peterongan Jombang Dikejar Waktu

Achmad RW • Sabtu, 15 Juni 2024 | 18:17 WIB
DIBONGKAR: Proses pembongkaran cor jalan nasional di Peterongan Jombang kini dikejar waktu.
DIBONGKAR: Proses pembongkaran cor jalan nasional di Peterongan Jombang kini dikejar waktu.

JombangBanget.id – Kontrak kerja proyek perbaikan jalan nasional ruas Peterongan, Jombang tinggal menyisakan waktu satu bulan.

Hingga kini pekerjaan pembongkaran jalan cor masih berlangsung.

Sesuai laporan, progres pekerjaan belum mencapai 70 persen.

”Untuk progres pekerjaan di sana, sampai hari ini mencapai 65,44 persen,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Siti Sekar Gondo Arum kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (13/6).

Sekar menjelaskan, meski belum mencapai 70 persen, progres itu disebutnya sudah sangat baik.

Menurutnya, yang membuat progres terkesan rendah memang karena nilainya yang lebih banyak dibebankan pada pengaspalan.

”Jadi, nilai progres yang paling besar itu di pengaspalan nanti, sehingga menurut kami tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” lontarnya.

Sekar juga mengakui, masa pengerjaan proyek ini hanya menyisakan waktu sebulan saja.

Setelah permukaan cor beton jalan nasional dibongkar, ruas tersebut akan diganti aspal.

”Harus tuntas pada 14 Juli 2024 nanti,” tandasnya.

Berbeda dengan kegiatan pembongkaran cor beton, kegiatan pengaspalan jalan disebutnya bisa selesai lebih cepat.

Baca Juga: Cor Jalan Nasional di Jombang Dibongkar, Ternyata Minim Besi Beton

Karenanya, ia tetap optimistis pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

”Kami tetap optimistis terkejar, cuma memang tetap berdoa saja kondisi alam seperti hujan mendukung agar tidak ada penundaan pekerjaan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan proyek pengecoran jalan nasional ruas Peterongan-Jombang yang menyedot APBN 2018 mencapai Rp 46 miliar diduga tak sesuai rencana anggaran biaya (RAB).

Hal ini terungkap dari kegiatan pembongkaran jalan cor yang dilakukan Satker PJN Wilayah IV Kementerian PUPR, Selasa (30/4).

Pantauan di lokasi, terlihat pekerja mendatangkan alat berat untuk membongkar jalan cor mulai perbatasan Tugu Jombang Beriman di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, sampai Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang.

Salah satu yang menjadi rasan-rasan warga, yakni minimnya pasangan besi bertulang pada tiap-tiap segmen cor.

”Kondisinya sama kayak yang tahun lalu, ternyata terbukti tidak ada besi tulangannya,” ungkap Dwi Edy, 30, warga di lokasi.

Besi hanya terlihat dipasang pada sambungan antarsegmen cor yang dan beberapa bagian lain.

Itupun ukurannya sangat kecil dan dinilai tak layak untuk proyek jalan nasional yang dilewati kendaraan dengan tonase besar.

”Kayak naik kuda kalau lewat jalan ini dulunya. Ternyata penyebabnya ya tidak ada besinya, kualitasnya jadi rendah banget,” bebernya.

Ia menduga ada yang tidak beres dalam pengerjaan proyek jalan nasional yang dikerjakan sekitar akhir 2018 lalu.

Pagu anggaran proyek rekonstruksi rigid beton ruas Peterongan-Jombang itu berasal dari APBN tahun 2018 mencapai sebesar Rp 66.086.950.000.

Dalam proses lelang dimenangkan PT Timbul Persada Jl Pramuka Sidorejo, Tuban, Jawa Timur, dengan penawaran sebesar Rp 46.428.280.000.

”Yang tahun kemarin juga sama, pembongkaran yang baratnya flyover besinya kecil, bahkan nyaris tidak ada, yang di timur flyover kemarin juga sama,” tambahnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#cor jalan nasional #proyek #BBPJN Jawa Timur-Bali #Jombang #Peterongan