Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Perolehan Suara Rendah, 15 Caleg Petahana di Jombang Diprediksi Gagal Dapat Kursi, Ini Rinciannya

Anggi Fridianto • Senin, 11 Maret 2024 | 12:59 WIB
Kantor KPU Jombang di Jalan KH Romli Tamim.
Kantor KPU Jombang di Jalan KH Romli Tamim.

Jombangbanget.id - Sebanyak 15 caleg petahana di DPRD Jombang diprediksi angkat koper dari DPRD Jombang.

Ini setelah, hasil perolehan suara yang mereka dapat lebih rendah dibandingkan caleg-caleg pendatang baru di Pileg 2024.

Selain itu, sebagian petahana mencoba peruntungan maju sebagai caleg DPRD Provinsi Jatim hingga caleg DPR RI.

Berdasarkan, penghitungan hasil rekapitulasi form D hasil yang dilakukan KPU Jombang, Minggu (3/3), ada beberapa petahana yang diketahui mendapat suara cukup rendah.

Misalnya di daerah pemilihan (dapil) 1 (Jombang-Peterongan) ada nama Didit Trisupriyatno caleg petahana dari PPP. Hingga rekap suara rampung, ia hanya mendapatkan 6.901 suara.

Sedangkan, caleg PPP lain bernama Taufiqi Fakkarudin Assilahi mendapat 7.921 suara. Nama Didit diprediksi tersingkir dari bursa pencalonan DPRD Jombang.

Sedangkan, di dapil 2 (Diwek, Jogoroto dan Sumobito) ada tiga caleg petahana yang diprediksi angkat koper.

Masing-masing adalah Choirul Anam caleg PDIP yang maju ke DPRD Jatim, kemudian Ketua DPD PAN Jombang Dukha yang maju menjadi caleg DPR RI dari dapil Jatim VIII.

Selain itu, ada juga Suwanto Ketua DPD Partai Nasdem Jombang serta Ifadhotul dari PPP. Keduanya diprediksi gagal mempertahankan kursi di DPRD Jombang karena perolehan suaranya yang rendah.

Sementara itu, di dapil 3 (Mojowarno, Bareng, Wonosalam, dan Mojoagung) ada tiga caleg petahana yang diprediksi angkat koper. Masing-masing Saichu dari PAN, Lutfi Kurniawan dari PPP, serta Achmad Tohari dari Partai Perindo.

Saichu diketahui maju caleg DPRD Provinsi Jatim. Namun, perolehan suara berdasarkan laman pemilu2024.kpu.go.id, ia mendapat perolehan suara cukup rendah.

Sementara, Tohari dan Lutfi Kurniawan yang kembali maju sebagai caleg DPRD Jombang juga mendapat suara cukup rendah.

Kondisi tak jauh berbeda di dapil 4 (Ngoro, Gudo, Perak, serta Bandarkedungmulyo). Misalnya, Sri Endah Wahyuningsih dari PDIP hanya mendapatkan 2.624 suara.

Di Dapil 5 (Ploso, Kabuh, Plandaan, Ngusikan). ada caleg petahana Lusye Widiyanawati. Ia mendapatkan 6.414 suara dan diprediksi gagal mendapat kursi karena kalah dari rekan partainya Ama Siswanto, yang mendapat 7.958 suara.

Selain itu, menantu Bupati Jombang peiode 2018-2023 Mundjidah Wahab, yakni Farid Al Farisi dipastikan angkat koper dari gedung DPRD Jombang.

Ia diketahui mendapat suara rendah setelah maju sebagai caleg DPRD Provinsi dari dapil Lamongan-Gresik.

Sedangkan, di dapil Jombang 6 (Tembelang, Megaluh, Kesamben) ada empat caleg petahana yang yang diprediksi gagal menjadi wakil rakyat.

Masing-masing Miftahul Huda dari PKB, Wiwin Hidayati dari PDIP, Sunardi dari PPP, serta Rochmad Abidin dari PKS. Keempat caleg tersebut mendapat suara rendah di Pemilu 2024. Terutama Rohmad Abini yang maju sebagai caleg DPRD Jatim.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, ada juga beberapa caleg petahana yang tidak mencalonkan diri pada Pileg 2024. Di antaranya, Mustofa, anggota DPRD Jombang dari PKS yang meninggal dunia 2023 lalu.

Selain itu, ada Luluk Cynthia Wahyuni (PKB), Retno Marliyani (Partai Perindo), Marsaid (PDIP), Sunardi (Partai Golkar), serta Isman (PAN) yang memilih pensiun dari DPRD Jombang.

Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi mengatakan, perolehan kursi Pileg 2024 akan diumumkan dan ditetapkan KPU RI.

”Rapat pleno tingkat nasional dilakukan 20 maret. Jika tidak ada PHPU maka akan diumumkan perolehan kursi,’’ pungkansya. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Pileg DPRD #gagal maju #petahana #Jombang #Caleg