Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Mau Menang Jangan Baperan

Rojiful Mamduh • Minggu, 4 Februari 2024 | 13:05 WIB

 

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik.

Terutama tentang pentingnya tidak mudah baper atau terbawa perasaan.

’’Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. ’’Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar,’’ sehingga kamu dapat menanggungnya,’’ tuturnya mengutip 1 Korintus 10:13.

Sesungguhnya dalam setiap masalah dan pergumulan yang kita hadapi, Tuhan tidak pernah sekalipun meninggalkan kita.

Hal itu jelas dikatakan ayat diatas dan ada tiga janji penyertaan Tuhan.

Pertama, ada waktu kita mengalami pencobaan lewat masalah dan pergumulan, itu tidak akan melebihi kekuatan kita.

Kedua, Tuhan tidak akan membiarkan kita dalam percobaan.

Ketiga, jelas dikatakan bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar.

Inilah yang membuat Paulus mengalami hidup berkemenangan sebab dia tahu pasti ’’Ada jalan keluar’’ dalam segala hal, yang mungkin bagi orang lain rasanya tidak ada pengharapan.

Dalam 2 Korintus 4:8-9.

Baca Juga: Renungan Minggu: Kasih Tuhan Tak Berkesudahan

Dalam segala hal kami ditindas, ’’namun tidak’’ terjepit; kami habis akal, ’’namun tidak’’ putus asa. Kami dianiaya, ’’namun tidak’’ ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, ’’namun tidak’’ binasa.

Kita lihat bagaimana Paulus dengan peka dan teliti ’’memisahkan mana problemanya yang real dan mana perasaan yang bisa melebihi realita yang sebenarnya.’’ Inilah yang menjadi ’’salah satu kunci kemenangan’’ di dalam hidup rasul Paulus.

Paulus tidak mau dikuasai oleh perasaannya supaya tidak menjadi lemah dan kalah, karena dia yakin pasti ada jalan keluar.

Bukankah sebaliknya yang sering terjadi pada kita.

Di saat kita ditindas oleh pencobaan dan kesulitan, kita bisa merasa tidak punya jalan keluar.

Ketika mengalami masalah berat, kita merasa hidup ini selesai dan tidak punya pengharapan lagi.

Perasaan kitalah yang selalu melebih-lebihkan sesuatu.

Kita tidak akan pernah bisa bertumbuh kalau kita akhirnya lebih banyak ’’menjadikan perasaan itu sebagai hal yang paling utama dan lebih dominan di dalam hidup kita.’’

Hal ini banyak menimpa orang-orang percaya.

Kita boleh gagal, tetapi tidak boleh kehilangan pengharapan.

Kita boleh sakit, tetapi tidak boleh putus asa. Ini yang Paulus katakan kepada kita, kita tidak akan bisa mencapai situasi seperti itu ’’kalau perasaan kita lebih dominan menguasai hidup kita.’’

Boleh dianiaya, tetapi tidak putus asa. Boleh sakit, tetapi tidak kehilangan pengharapan.

Baca Juga: Renungan Minggu: Pesta-Nya Bukan Pesta Kita

Boleh habis akal, tetapi tidak frustrasi. Pastikan setiap kita saat menghadapi sesuatu yang sulit, kita bedakan masalah yang nyata dengan perasaan yang menguasai kita.

Dan katakan ’’namun tidak’’ untuk perasaan yang membuat kita jadi lemah.

’’Percayalah, pasti ada jalan keluar dan kemenangan pasti terjadi. Haleluya... Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Renungan #GPdI House of Prayer Sawahan #Minggu #Jombang #Petrus Harianto