Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Nikmat Paling Mahal Adalah Iman

Rojiful Mamduh • Sabtu, 3 Februari 2024 | 13:40 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Hasyim, Murong, Mayangan, Jogoroto, Jombang KH Nur Hannan, menjelaskan betapa mahalnya iman.

’’Nikmat yang paling mahal dan paling besar adalah iman,’’ tuturnya saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (2/2).

Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memberikan hidayah agama Islam dan iman kepadanya.

Sehingga, dia pun akan mudah melakukan perbuatan baik dan jauh dari perbuatan dosa.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memberikan dunia kepada orang yang dicintai dan kepada yang tidak dicintai.

Namun tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang dicintai-Nya.

Maka, barangsiapa yang Allah berikan agama, berarti Allah mencintainya.

’’Iman membuat kita kaya, karena kebaikan yang kita lakukan bernilai di dunia dan akhirat,’’ tegasnya.

Sebaliknya, tanpa iman, kebaikan orang kafir hanya akan bernilai di dunia. Tapi tidak bernilai di akhirat.

Kita tidak perlu iri dengan orang kafir yang punya kekayaan miliaran bahkan triliunan.

Karena semua kekayaan itu tak akan bermanfaat di akhirat.

Baca Juga: Binrohtal, Salat Problem Solving

Sebaliknya, orang mukmin yang salat dua rakaat sebelum Subuh saja, mendapatkan pahala melebihi dunia seisinya.

Sehingga di akhirat kaya raya.

’’Kekayaan dan kenikmatan abadi dan hakiki hanya ada di akhirat,’’ tegasnya.

Bukti lain iman kekayaan paling mahal yakni tidak tergantikan dengan uang.

Mukmin yang sejati, tidak akan mau disuruh jadi kafir meski dibayar triliunan.

Kiai Nur Hannan lalu mengutip QS Alzalzalah 7-8.

Siapapun yang beramal baik, sekecil apapun bahkan sekecil seekor semut, maka ia akan menuai balasannya.

Imam Ahmad bin Ka'ab al Qurdhi dawuh: Seorang kafir yang beramal baik akan menuai balasannya di dunia, di akhirat ia tidak mendapatkan kebaikannya lagi.

Seorang mukmin yang beramal buruk akan menuai balasannya di dunia.

Allah SWT akan mengingatkannya dengan berupa musibah yang ditimpakan kepada dirinya, hartanya, keluarganya dan anaknya.

Sehingga nantinya di akhirat ia sudah bersih, tiada keburukan baginya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Setiap sakit yang dialami seorang mukmin menjadi penghapus dosa.

Baca Juga: Binrohtal, Bahaya Sifat Hasud

Bahkan sakit perut sekalipun bisa menghapus dosa. Setiap tetes darah mukmin juga menjadi penghapus dosa baginya.

Alkisah, ada orang kafir pernah berbuat kebaikan.

Sebelum mati, dia menginginkan ikan yang ada di belahan bumi paling barat.

Demi menuntaskan balasan kebaikan orang kafir itu, Allah SWT menyuruh malaikat menggiring ikan itu sehingga orang kafir tadi bisa memenuhi keinginannya.

Sebaliknya, ada orang mukmin yang sangat kehausan sebelum mati.

Dia minta diambilkan minuman. Ketika minuman datang, justru dijatuhkan oleh malaikat.

Ini karena Allah SWT ingin menghapus dosanya dengan rasa haus tadi.

Sehingga di akhirat mendapatkan kenikmatan. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #mahal #Nikmat #Iman #Binrohtal