JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, Jombang sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan tentang pentingnya segera bertobat.
’’Tergesa-gesa itu dari setan selain dalam lima hal termasuk tobat,’’ tuturnya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang sudah tanpa dosa pun tetap selalu tobat.
Dalam satu majelis, Rasulullah mengucapkan seratus kali kalimat; Rabbigfirli wa tub alayya wa antat tawwabul gofur.
Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku, sesungguhnya Engkau Tuhan Yang Maha Menerima Tobat dan Maha Pengampun.
Setiap hari, Rasulullah minimal membaca istigfar 70 kali.
’’Kita diajari setiap usai salat baca istigfar minimal tiga kali agar termasuk golongan orang-orang yang bertobat,’’ jelasnya.
Setiap usai salat juga dibiasakan membaca subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali dan Allahu akbar 33 kali.
Ini sesuai pesan Rasulullah kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib karramallah wajhah agar fisik tidak mudah lelah dan sakit.
Allah subhanahu wa ta’ala cinta dengan orang yang tobat.
Baca Juga: Toriqoh, Pentingnya Ngaji Pakai Kitab
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 222.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
Tobat ada tiga tingkatan. Pertama tobat dari maksiat. Ini harus cepat-cepat dilakukan agar tidak sampai mati dalam kondisi maksiat.
Sebab kematian bisa datang kapan saja.
’’Ketika terpeleset dalam kemaksiatan, harus cepat-cepat bertobat,’’ pesannya.
Yakni dengan mengucapkan istigfar, menyesali kemaksiatan yang dilakukan.
Serta mengganti perbuatan maksiat dengan kebaikan dan amal ibadah.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang bertobat dari dosa seakan tanpa dosa.
Maksudnya, dosanya diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Kedua inabah, tobat dari ketaatan yang belum sempurna. Misalnya, salat fardu lima waktu dengan tidak khusyuk dan tumakninah.
Juga tanpa disempurnakan dengan qabliyah bakdiyah dan tanpa wiridan.
Ketiga aubah, yakni menyesali setiap detik yang terlewat tanpa ingat Allah SWT.
Baca Juga: Toriqoh, Malu dan Takut
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Penghuni surga kelak tidak menyesal kecuali atas tiap detik yang terlewat tanpa zikir.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.
Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan bisa zikir dalam setiap waktu dan keadaan. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz