Jombangbanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya menghormati pemimpin.
’’Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan,’’ tuturnya mengutip 1 Samuel 24:7.
Hal yang sangat menarik dapat kita pelajari dari Daud tentang menghormati Tuhan. Daud adalah seorang yang sangat menghormati Tuhan. Hal itu terbukti saat ia membiarkan Saul, raja yang diurapi Tuhan tetap hidup, meski ia berkesempatan membunuh Saul.
Daud yang tidak bersalah tapi karena Saul iri, maka terus dikejar dan akan dibunuh oleh Saul. Sesungguhnya saat itu adalah kesempatan emas untuk membunuh Saul, yakni ketika ia membuang hajat di sebuah gua.
Sedang Daud dan orang-orangnya berada di bagian belakang gua itu (ayat 4). Namun Daud tidak melakukannya meski ia sudah bisa memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
Daud tahu Saul banyak berbuat jahat kepadanya. Ia tahu Saul berniat membunuhnya. Ia tahu Saul menjadikannya buronan yang hidup menderita.
Namun Daud tidak mau membunuh Saul karena ia memandang Tuhan. Ini bukan satu-satunya kesempatan bagi Daud untuk membunuh Saul. Ia juga mendapat kesempatan lagi untuk membunuh ketika Saul berkemah di bukit Hakhila saat mengejar Daud.
Namun sekali lagi Daud menghargai Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan (1 Samuel 26:9). Daud tidak mau membunuh Saul. Daud bahkan tidak bersukacita ketika mendengar Saul mati. Sebaliknya ia berdukacita.
Bagi Daud, Saul bukan pemimpin yang baik. Akan tetapi Daud menghormati Allah, yang memiliki otoritas atas terpilihnya Saul. Dalam hidup kita sehari-hari, hal ini memang tak mudah diterima.
Apalagi jika kita memang berada di posisi yang benar. Sementara pemimpin kita telah berlaku tidak benar dan tidak adil. Bagaimanapun juga, kita harus menghormati Allah yang berdaulat memilih orang-orang yang diurapi-Nya.
Setidaknya, kesadaran ini akan menghindarkan kita dari keinginan untuk bertindak dengan cara kita sendiri yang tidak sesuai dengan perkenanan Allah.
’’Menghormati Allah, berarti menghargai juga orang yang dipilih-Nya. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/ang)
Editor : Anggi Fridianto