JombangBanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (15/1), Wakil Sekretaris MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya mensyukuri nikmat akal.
’’Di antara nikmat Allah SWT yang luar biasa adalah nikmat sehat akal. Nikmat ini harus disyukuri dengan cara digunakan untuk berpikir, berangan-angan demi kebaikan,’’ tuturnya.
Jika akal tidak digunakan untuk berpikir, maka perilaku manusia menjadi ngawur sak karepe dewe.
Dan kalau sudah seperti itu, maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang bahkan lebih sesat.
Dalam kitab Nashoihul Ibad dijelaskan, bahwa tanda-tanda orang yang menggunakan akal sehatnya ada tiga.
Pertama, mempersiapkan masa depan akhirat. Di dunia kita hanya sementara. Sedangkan di akhirat selama-lamanya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang cerdas akan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Serta mengumpulkan bekal untuk menghadapi kematian.
Persiapan yang utama yakni dengan salat lima waktu. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang istiqamah salat lima waktu berjamaah akan diberi lima hal.
Bebas dari kekurangan rezeki. Bebas dari siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati jembatan akhirat secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.
Orang yang persiapan akhirat juga akan banyak sedekah. Karena hal yang paling diinginkan orang mati jika bisa hidup kembali yakni sedekah.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Almunafiqun 10:
Baca Juga: Binrohtal, Keutamaan Mencari Ilmu Melebihi Salat Seribu Rakaat
Dan sedekahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu.
Lalu dia berkata menyesali; Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.
Kedua, mempersiapkan masa depan dunia. Orang yang menggunakan akalnya pasti mempersiapkan masa depan dunia.
Mengumpulkan harta agar bisa memperbanyak amal sedekah. Mencari ilmu sepanjang hayat agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Serta memperbanyak keturunan agar memiliki keturunan yang saleh dan mau mendoakan. Sebab ketiga hal inilah yang akan dapat kita nikmati setelah kita mati.
Ketiga, bekerja dengan cara halal. Orang yang menggunakan akalnya tidak akan ngawur. Mereka tidak akan menghalalkan segala cara. Untuk apa harta banyak jika masuk penjara.
Untuk apa harta banyak jika mati masuk neraka. Orang berakal akan menggunakan akalnya untuk mencari rezeki halal.
Rezeki yang bisa mendatangkan energi untuk ibadah. Rezeki yang membuat keluarga tenang dan tentram.
Serta rezeki yang bisa mengantarkan anak-anak menjadi generasi saleh salehah.
Sangat mudah bagi Allah SWT untuk memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Seperti Nabi Yusuf alaihissalam yang awalnya dipenjara kemudian menjadi menteri.
Atau seperti diberikan kepada Nabi Daud alaihissalam yang awalnya orang biasa kemudian menjadi raja.
Baca Juga: Binrohtal, Dahsatynya Sedekah
Allah SWT juga sangat mudah untuk membuat orang jatuh miskin.
Seperti Qorun yang hanya dalam waktu semalam ditelan bumi bersama seluruh hartanya. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW