JombangBanget.id – Sebanyak 15 karateka majelis sabuk hitam (MSH) Inkanas bakal mengikuti ujian sertifikasi penguji dan announcer (pemberi aba-aba) di Zidam Surabaya, Minggu (14/1).
Ujian digelar Inkanas Pengda Jatim. ’’Ini pertama kali ada ujian untuk penguji dan announcer,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, Jumat (12/1).
Seluruh calon peserta ujian telah melakukan persiapan. Salah satunya dengan melatih gerakan, teknik serta aba-aba untuk ujian sabuk.
’’Supaya gerakan dan yang diucapkan sama,’’ ucapnya. Setelah mendapatkan sertifikasi, penguji dan announcer nantinya bisa bertugas saat ada ujian kenaikan tingkat.
Kwat berharap, dengan adanya sertifikasi ini, kualitas ujian kenaikan tingkat semakin baik. Sehingga karateka yang dihasilkan juga semakin baik.
’’Ini salah satu langkah untuk mewujudkan Inkanas emas. Agar para karateka kita semakin berprestasi diberbagai kejuaraan,’’ tandasnya.
Meski sudah senior, anggota MSH Jombang masih rutin latihan setiap Sabtu pagi. Latihan dilaksanakan di Dojo Mahameru pukul 05.30-06.15.
’’Ini untuk MSH senior dan siapa saja yang mau ikut,’’ jelasnya.
Sebulan sekali, seluruh MSH mulai remaja, dewasa hingga yang sudah senior latihan bersama.
Kwat menjelaskan, ada tiga hal yang membuat karateka lebih tangguh. Pertama disiplin.
Sejak awal dia dilatih secara intens dalam disiplin. Bagaikan berlian yang digosok secara terus menerus.
Baca Juga: Jelang Tutup Tahun, Karateka Jombang Panen Prestasi, Bawa Pulang 30 Medali Unesa Cup
Kedua mental kuat. Sejak awal dia sudah dilatih menjadi yang lebih baik dibanding yang lain. Ketiga berani.
Dengan keberanian yang dimiliki, dia bisa menggetarkan lawan yang lebih kuat darinya.
’’Meski demikian, karateka tetap harus rendah hati,’’ tandasnya. (wen/jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz