JombangBanget.id - Keluhan sejumlah petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung soal jalan usaha tani (JUT) yang diduga tercaplok pembangunan pabrik pupuk direspons Dinas Pertanian (Disperta) Jombang.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera menerjunkan tim ke lokasi sekaligus berencana mengundang para petani yang terdampak.
Kepala Disperta Jombang M Rony mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui adanya polemik itu.
”Tapi, biar teman-teman ngecek ke lapangan dahulu,” kata Rony dikonfirmasi, Jumat (5/1).
Dijelaskan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi JUT itu.
”Jadi begini, duluan mana antara JUT dengan tembok pabrik? Biar nanti dipastikan. Misalnya lebih dulu jalan (JUT), ya akan ditindaklanjuti,” imbuh dia.
Menurut Rony, JUT merupakan aset desa sehingga kewenangannya ada di pemrintah desa.
Pemkab bisa membantu menganggarkan keperluan pembangunan JUT. Sumber dananya boleh dari dinas pertanian, dana desa (DD), dari provinsi bahkan dari pusat juga.
”Tapi, ketika ngomong status, itu ikut desa,” tutur dia.
Keberadaan JUT selama ini dibutuhkan para petani, utamanya mereka yang memiliki sawah jaraknya jauh dari jalan raya sehingga mengandalkan JUT sebagai akses untuk mengangkut hasil panen maupun keperluan tanam.
”Jadi JUT itu sudah jelas sangat dibutuhkan petani dan selama ini sudah dibangun. Karena pertama, memudahkan petani mengangkut hasil panen ke tepian jalan. Kedua, menekan biaya pengangkutan (hasil panen),” tutur dia.
Baca Juga: Pemdes Kedunglumpang Jombang Dongkrak Sektor Pertanian, Bangun JITUT dan JUT
Petani yang sawahnya berada di dalam atau jaraknya jauh dari jalan raya harus mengeluarkan biaya tambahan.
”Misalnya kemarin ada petani jagung, karena sawahnya ada di dalam, dia harus nambah ongkos biaya angkut menggunakan motor yang sudah dimodifikasi,” kata Rony. (fid/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz