JombangBanget.id – Hobi memasak membawa Rifda Ainun Rosyida, S.Pd. pada jalan pengabdian.
Guru Bahasa Jawa SMA Negeri Bareng, Jombang itu kini membagikan keterampilan kuliner kepada siswa melalui program Double Track Tata Boga agar mereka memiliki bekal berwirausaha setelah lulus sekolah.
Perempuan kelahiran Malang, 9 Maret 1988, tersebut mengajarkan berbagai olahan makanan kekinian kepada peserta didik.
Baca Juga: Binrohtal: Jangan Hanya Rajin Ibadah Ritual, Ibadah Sosial juga Penting
Mulai dari ketan durian, siomai ayam, cendol suji, es teler, hingga aneka makanan dan minuman yang sedang diminati masyarakat.
Rifda merupakan alumnus MI Islamiyah Kauman Ngoro, MTs Darussalam Ngoro, SMA Negeri Ngoro, dan menyelesaikan pendidikan S-1 Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 2010.
Setelah lulus kuliah, Rifda langsung mengabdikan diri di SMA Negeri Bareng sebagai Guru Bahasa Jawa hingga sekarang.
Di sela aktivitas mengajar, ia mengembangkan kecintaannya pada dunia kuliner.
Baca Juga: AMSI Jatim Kupas Tantangan dan Peluang Media Siber di Era AI, Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional
Sebelum menekuni usaha makanan, Rifda sempat menjalankan bisnis fashion sebagai distributor hijab.
Namun, kegemarannya bereksperimen di dapur membuatnya mencoba membuka usaha kuliner dengan sistem open pre-order.
”Saya memang senang memasak. Awalnya jualan ketan durian, asinan, buko pandan, dessert, sampai makanan-makanan yang sedang tren,” tuturnya.
Kemampuan tersebut kemudian mendapat kepercayaan dari sekolah.
Rifda dipercaya menjadi trainer Double Track Tata Boga, program yang bertujuan membekali siswa SMA dengan keterampilan vokasi sekaligus jiwa kewirausahaan.
Dalam setiap pelatihan, Rifda selalu memilih menu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki peluang usaha.
Baca Juga: Pembangunan Gerai KDKMP di Jombang Tersendat, Portal Pengajuan Lokasi Ditutup Sementara
”Saya sengaja memilih menu yang familiar dan sedang tren supaya anak-anak lebih semangat belajar dan tertarik berwirausaha,” katanya.
Sebelum mengajarkan resep kepada siswa, Rifda selalu memastikan menu yang dibuat sudah melalui uji coba.
Berbagai inspirasi resep ia dapatkan secara otodidak melalui konten memasak di media sosial.
”Yang saya ajarkan pasti sudah saya praktikkan dulu. Kalau keluarga bilang rasanya enak, baru saya ajarkan ke anak-anak supaya saya juga lebih mudah menjelaskan proses pembuatannya,” ujarnya.
Baca Juga: 84 SMP di Jombang Ajukan Revitalisasi Gedung, Baru Segini yang Dipastikan Dapat Bantuan
Tak berhenti pada praktik memasak, siswa juga diajak memahami proses bisnis secara langsung.
Produk hasil pelatihan dipasarkan saat Festival Ramadan, seperti siomai ayam, ketan durian, es teler, dan aneka makanan lainnya.
Dengan dukungan fasilitas sekolah, proses produksi dilakukan bersama para siswa. Bagi Rifda, pengalaman menjual produk menjadi bagian penting agar siswa memahami dunia usaha.
”Anak-anak jadi tahu rasanya membuat produk, menjual, sampai merasakan kepuasan ketika dagangannya laris. Harapannya nanti mereka punya bekal untuk mandiri,” ungkapnya.
Semangat berwirausaha memang sudah tumbuh dalam diri Rifda sejak lama.
Sebelum fokus mengembangkan usaha kuliner, ia pernah menjadi distributor hijab dengan omzet yang terus berkembang.
Baca Juga: Masih Ada 6.715 Anak Tidak Sekolah di Jombang, Dinas P dan K Siapkan Pendataan Ulang
Kini, di tengah kesibukannya sebagai guru, Rifda tetap menjalankan usaha makanan di DT Mart SMAN Bareng bersama siswa. Produk yang dijual antara lain bakso, roll keju, roll bakso, dan roll sosis.
Bagi Rifda, pengalaman sebagai pelaku usaha menjadi modal penting untuk menularkan semangat kewirausahaan kepada peserta didiknya.
Ia berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal siswa untuk lebih mandiri di masa depan. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz