JombangBanget.id - Perjalanan karir Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jombang, Fitriah Susanti MPdI, menjadi gambaran nyata dedikasi perempuan dalam bidang keagamaan sekaligus pelayanan masyarakat.
Perempuan kelahiran Jombang, 23 Juni 1985 ini meniti karier dari bawah, dengan fokus pada pembinaan umat hingga pemberdayaan sosial.
Kariernya dimulai pada 2009 sebagai Penyuluh Agama Islam fungsional di KUA Bandarkedungmulyo, Jombang.
Selama delapan tahun, Fitriah aktif turun langsung ke masyarakat, memberikan pembinaan keagamaan serta pendampingan umat hingga 2017.
Baca Juga: Kartini Modern di Jombang, Fitriah Susanti Ajak Perempuan Seimbangkan Keluarga dan Pengembangan Diri
Pengalaman tersebut berlanjut saat ia bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Jogoroto pada 2017 hingga 2022. Interaksi intens dengan masyarakat membuatnya memahami berbagai persoalan sosial-keagamaan secara lebih mendalam.
”Di lapangan kita belajar langsung dari masyarakat, bagaimana membangun komunikasi, memberi pemahaman, sekaligus menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Dedikasi panjang itu mengantarkannya ke jenjang berikutnya. Sejak 2023 hingga sekarang, Fitriah dipercaya mengemban amanah sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Jombang.
Peran ini memperluas ruang pengabdiannya, terutama dalam pengelolaan dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan masyarakat.
Di balik kiprah tersebut, latar belakang pendidikan Fitriah turut menjadi fondasi kuat.
Ia mengenyam pendidikan dasar di MI Salafiyah Syafi’iyah Seblak, kemudian melanjutkan ke MTs dan MA Perguruan Muallimat Cukir. Pendidikan sarjana ditempuh di Ikaha Tebuireng (Sekarang Unhasy) lulusa tahun 2007 dan melanjutkan jenjang S2 DI Unhasy Tebuireng lulus 2020.
Kombinasi pengalaman lapangan dan pendidikan formal tersebut membentuk kompetensinya, baik dalam aspek keagamaan maupun pendidikan masyarakat.
Meski disibukkan dengan peran publik, Fitriah tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Sebagai ibu dari empat anak, ia berupaya menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan rumah tangga.
Ia membiasakan kegiatan keagamaan bersama keluarga, seperti salat berjamaah dan mengaji selepas maghrib. Rutinitas tersebut menjadi cara sederhana untuk membangun kedekatan sekaligus menanamkan nilai spiritual sejak dini.
Baca Juga: Makna Hari Kartini, Kepala DPPKB-PPPA Jombang Tegaskan Perempuan Bisa Berkarya di Semua Lini
Tak hanya itu, ia juga menerapkan pola hidup sehat dengan menyediakan makanan bergizi serta membangun komunikasi terbuka dengan anak-anak. Baginya, keharmonisan keluarga menjadi fondasi penting dalam menjalankan peran di ruang publik.
Fitriah menilai perempuan memiliki peran strategis, baik di lingkup keluarga maupun masyarakat. Keduanya tidak harus dipertentangkan, melainkan bisa dijalankan secara seimbang.
“Tidak harus terlihat hebat di mata publik. Kontribusi terbaik adalah yang sesuai kapasitas, berkelanjutan, dan memberi manfaat,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz