Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Profil Ma’murotus Sa’diyah, Kepala DPPKB-PPPA Jombang Jaga Keseimbangan Karier dan Peran Ibu

Ainul Hafidz • Selasa, 21 April 2026 | 09:50 WIB
ANGGUN: Kepala DPPKB-PPPA Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes.
ANGGUN: Kepala DPPKB-PPPA Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes.

JombangBanget.id - Jabatan tak membuat Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes menjauh dari peran paling mendasar dalam hidupnya.

Di balik posisinya sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, ia tetap menempatkan diri sebagai ibu, peran yang ia sebut paling menentukan masa depan generasi.

Lahir di Jombang, 14 Desember 1971, Ma’murotus Sa’diyah tumbuh di lingkungan pesantren di Dusun Pesantren, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang.

Pendidikan dasarnya ditempuh di lembaga Darul Ulum Rejoso, sebelum melanjutkan studi kedokteran di Universitas Brawijaya Malang.

Baca Juga: Suhariani Bank Jombang Sabet Penghargaan Nasional, Bukti Perempuan Kian Berdaya di Dunia Perbankan

Ia kemudian meraih gelar magister di Universitas Airlangga (Unair) dan doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Merdeka Malang.

Rekam jejak karirnya panjang dan beragam. Ia pernah memimpin Yayasan Universitas Darul Ulum Jombang.

Menjadi rektor di kampus yang sama, serta menjadi kepala sejumlah puskesmas di Pasuruan dan Jombang.

Di RSUD Jombang, ia menapaki jenjang dari kepala bidang, wakil direktur pelayanan, hingga direktur pada 2022–2025.

Sejak Oktober 2025, ia dipercaya mengemban amanah sebagai kepala dinas.

Di luar tugas pemerintahan, aktivitasnya tetap padat.

Ia menjadi pengasuh Asrama Al Hambra Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan. Dokter keluarga, serta dosen luar biasa di Universitas Airlangga.

Namun, di tengah semua peran itu, ia menegaskan keluarga adalah pusat dari segala hal.

Baginya, peran ibu bukan hanya hadir secara fisik, tetapi menjadi penanam nilai.

Baca Juga: Pascarehab, Puluhan Lapak Pasar Pon Jombang Kosong Ditinggal Pedagang

Dari rumah, karakter anak dibentuk dan arah kehidupan mulai ditentukan.

’’Peran ibu sangat penting untuk menjaga generasi dengan menanamkan nilai-nilai utama. Tidak hanya fisik, tetapi juga nilai sosial dan nilai lainnya,’’ terangnya.

Kesibukan tak menjadi alasan untuk mengabaikan keluarga.

Ia justru menekankan pentingnya menyediakan waktu khusus untuk berkomunikasi.

Baginya, percakapan sederhana dengan anak dan pasangan menjadi ruang membangun kedekatan sekaligus sarana pendidikan.

’’Kita harus memberikan waktu dan ruang untuk bicara dengan anak-anak maupun pasangan. Serta melakukan aktivitas bersama,’’ imbuhnya.

Memiliki hobi membaca, menulis, dan memasak, ia menjadikan rumah sebagai ruang relaksasi sekaligus ruang pembelajaran.

Aktivitas sederhana itu bukan cuma rutinitas, melainkan cara membangun kebersamaan dan menanamkan nilai tanggung jawab.

Di tengah tuntutan profesional yang tinggi, Ning Eyik menunjukkan keseimbangan bukan hal yang mustahil.

Baginya, membangun bangsa tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari rumah.

’’Membangun bangsa dimulai dari peran ibu yang konsisten menanamkan nilai kepada generasi penerus,’’ tegasnya. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#ning eyik #dppkb-ppppa jombang #kartini #Jombang #wanita