JombangBanget.id - Semangat Raden Ajeng Kartini tak cukup dirayakan lewat simbol. Bagi Erna Kusrini, S.Pd., M.MPd., perjuangan itu harus hidup dalam tindakan nyata, terutama melalui pendidikan.
Kepala SMKN Kudu, Jombang ini memaknai Hari Kartini sebagai momentum untuk melanjutkan perjuangan perempuan di era modern.
Bukan lagi soal emansipasi dalam arti sempit, tetapi bagaimana perempuan mampu mandiri, berdaya, dan memberi dampak bagi lingkungan.
”Tidak cukup hanya mengenakan kebaya atau mengikuti lomba. Yang lebih penting adalah bagaimana kita melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, menjadi perempuan mandiri, berani bermimpi, dan memberi dampak,” ujar peraih 10 besar EJIES dari Satuan Pendidikan Wilayah Jombang tersebut.
Baca Juga: CSR PT CJI Jombang Sentuh Infrastruktur Desa, Jembatan Lengkong Segera Diperbaiki
Perempuan kelahiran Malang, 24 Februari 1971 itu menegaskan, kemandirian adalah bekal penting bagi siapa pun, tanpa memandang gender.
”Kemandirian bukan untuk menyaingi siapa pun, tapi untuk memastikan perempuan punya kendali atas hidupnya,” tegasnya.
Baginya, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk perempuan yang kuat. Perempuan terdidik tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga membawa perubahan besar bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Erna juga melihat proses belajar tidak berhenti di bangku sekolah. Pengalaman hidup, lingkungan masyarakat, hingga keterlibatan dalam organisasi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.
Di tengah perannya sebagai kepala sekolah, ia tetap menjalankan peran dalam keluarga.
Bersama suaminya, Riadus, serta dua anaknya, Zavira dan Ramadhanis, ia membangun rumah tangga dengan prinsip kebersamaan. Baginya, peran ibu sangat kompleks dan strategis.
”Ibu itu bisa jadi manajer, koki, bendahara, guru privat, bahkan konselor bagi anak-anaknya,” ungkapnya.
Kesibukan tak membuatnya jauh dari keluarga. Justru, ia menjadikan momen sederhana sebagai pengikat kebersamaan.
Dapur menjadi ruang “melepas penat”, dengan menghadirkan menu favorit keluarga seperti ikan bakar, asem-asem ikan, hingga plecing.
Baca Juga: Bukan Cuma Naik, LKPJ 2025 Jombang Ternyata Punya Catatan Kritis dari DPRD
Menurutnya, perempuan memegang peran kunci dalam pembangunan bangsa, terutama melalui pendidikan. Dari tangan perempuan, kualitas generasi masa depan dibentuk.
Ia berharap perempuan Indonesia mampu menjadi pribadi yang profesional sekaligus tetap menjaga keseimbangan dalam keluarga.
”Menjadi perempuan itu harus bisa berdaya, tapi tetap menjaga keseimbangan sebagai istri dan ibu,” ungkapnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz