Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Makna Hari Kartini, Kepala DPPKB-PPPA Jombang Tegaskan Perempuan Bisa Berkarya di Semua Lini

Ainul Hafidz • Selasa, 21 April 2026 | 08:27 WIB

 

ANGGUN: Kepala DPPKB-PPPA Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes.
ANGGUN: Kepala DPPKB-PPPA Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes.

JombangBanget.id – Peringatan Hari Kartini menjadi momen refleksi bagi perempuan untuk terus menguatkan peran dan kontribusinya dalam berbagai bidang kehidupan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes, menyatakan, semangat perjuangan perempuan kini tidak lagi terbatas pada simbol sejarah.

Peringatan Hari Kartini menjadi tonggak kesadaran awal perempuan pada pentingnya pendidikan, khususnya di kalangan perempuan Jawa.

Namun, saat ini nilai-nilai tersebut sudah berkembang dan diwujudkan dalam kehidupan nyata.

’’Kartini adalah contoh dari masa lalu. Sekarang, sudah banyak perempuan yang memiliki kesadaran yang sama,’’ katanya.

Baca Juga: Suhariani Bank Jombang Sabet Penghargaan Nasional, Bukti Perempuan Kian Berdaya di Dunia Perbankan

Makna Hari Kartini saat ini terletak pada kemampuan perempuan untuk hadir dan berperan aktif. Baik di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

Perempuan dinilai mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai individu yang produktif dan berkontribusi dalam pembangunan.

’’Perempuan bisa berkarya, baik melalui peran domestik maupun di ranah publik, dan itu menjadi kontribusi sosial yang nyata,’’ imbuhnya.

Kontribusi perempuan tidak harus selalu dalam skala besar.

Peran sebagai ibu yang mendidik anak dengan baik juga merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa.

Karena dari keluarga kualitas generasi masa depan ditentukan.

’’Perempuan harus bisa menjadi pendidik utama bagi anak-anaknya dan menjadi ibu yang baik,’’ tutur Ning Eyik, sapaan akrabnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian perempuan yang dibangun melalui proses belajar.

Dengan terus belajar, perempuan mampu menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan dalam kehidupan.

’’Belajar menjadi kunci untuk membuka akses dan mengatasi keterbatasan, baik sosial, ekonomi, maupun lainnya,’’ urainya.

Baca Juga: Pascarehab, Puluhan Lapak Pasar Pon Jombang Kosong Ditinggal Pedagang

Pendidikan tidak hanya diperoleh melalui jalur formal, tetapi juga dari kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan sederhana seperti mengerjakan tugas rumah secara mandiri dinilai sebagai proses pembelajaran yang efektif.

Terutama dalam membentuk karakter dan tanggung jawab anak.

’’Kebiasaan kecil di rumah itu penting untuk melatih pemahaman hidup dan tanggung jawab. Dari situ anak-anak bisa berkembang,’’ terangnya. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#ning eyik #kartini #Jombang #wanita #DPPKB-PPPA Jombang