JombangBanget.id – Sosok Kartini masa kini tercermin dalam diri Kepala SMK Negeri 2 Jombang, Amiroh SKom MKom.
Bagi perempuan kelahiran Gresik, 27 Januari 1977 ini, Hari Kartini bukan sekadar peringatan, tetapi momentum untuk melahirkan generasi perempuan yang berani, mandiri, dan berdampak.
Menurutnya, perempuan harus memiliki kemandirian sebagai fondasi utama. Dari situlah lahir kekuatan untuk mengambil keputusan dan memimpin.
’’Perempuan harus mandiri karena dari situlah lahir kekuatan untuk memimpin. Kemandirian membuat saya lebih tegas dalam prinsip, tetapi tetap bijak dalam bersikap,’’ katanya.
Baca Juga: Kepala SMAN Bareng Jombang, Anik Noerachini Maknai Hari Kartini sebagai Refleksi Pendidikan Keluarga
Sebagai kepala sekolah, Amiroh memaknai perannya tidak hanya sebagai pemimpin. Tetapi juga pembentuk karakter generasi muda, khususnya perempuan.
Ia ingin para siswi di SMKN 2 Jombang tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berani mengambil peran di masa depan.
Ia juga menegaskan, pendidikan menjadi kunci utama bagi perempuan untuk berkembang. Baginya, pendidikan telah membuka jalan hingga ia berada pada posisi saat ini.
Karena itu, ia ingin menjadi contoh nyata bahwa perempuan bisa terus belajar dan berkembang.
Tidak hanya dari pendidikan formal, Amiroh percaya, proses belajar bisa didapat dari mana saja. Ia menanamkan budaya belajar sepanjang hayat.
Baik melalui komunitas, pelatihan, dunia kerja, hingga pemanfaatan teknologi digital.
’’Belajar tidak terbatas di ruang kelas. Siapa pun bisa berkembang selama mau mencoba dan tidak takut gagal,’’ terangnya.
Di tengah tanggung jawab besar sebagai kepala sekolah, Amiroh tetap menjalankan perannya sebagai ibu bagi dua anaknya, Vraza Cecilia Aida Zamzama dan Galang Maulana Ibtisam.
Bersama suaminya, Aan Anshori, ia membangun keluarga yang harmonis dengan prinsip saling mendukung dan berbagi peran.
Ia berusaha menghadirkan momen sederhana namun bermakna di rumah. Seperti makan bersama, berbincang santai, hingga memasak hidangan favorit keluarga.
’’Yang terpenting bukan hanya apa yang disajikan, tetapi kehangatan di dalamnya,’’ ungkapnya.
Bagi Amiroh, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, terutama di bidang pendidikan.
Dengan karakter kuat, integritas, disiplin, dan kepekaan sosial, perempuan mampu menjadi penggerak perubahan.
Ia berharap perempuan Indonesia terus percaya diri, berani bermimpi, dan tidak berhenti belajar.
’’Perempuan yang berdaya bukan hanya mampu mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga mampu menerangi jalan bagi generasi berikutnya,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz