JombangBanget.id – Semangat Kartini masa kini dimaknai Kepala SMAN Bareng, Jombang, Anik Noerachini MPd, sebagai refleksi peran perempuan dalam membangun pendidikan.
Baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kepala SMA Negeri Bareng, Jombang ini menilai, perempuan memiliki kodrat utama sebagai pendidik pertama dalam keluarga.
’’Hari Kartini menjadi refleksi bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun pendidikan dalam keluarga sekaligus memberikan kontribusi di masyarakat,’’ katanya.
Perempuan kelahiran Surabaya, 11 Februari 1979, ini menegaskan, kemandirian perempuan bukan berarti berjalan sendiri tanpa peran laki-laki.
Namun, perempuan tetap harus mampu mengambil keputusan secara mandiri dalam berbagai aspek kehidupan.
’’Kemandirian perempuan itu tentang bagaimana ia mampu menjaga kebugaran ekonomi keluarga, pendidikan, ibadah, dan kesehatannya. Perempuan harus bijak dalam mengambil keputusan tanpa selalu bergantung pada orang lain,’’ tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berubah menuntut perempuan untuk tidak berhenti belajar.
’’Pendidikan akan mempengaruhi pola pikir, pola asuh, hingga keputusan yang diambil dalam kehidupan. Perempuan tidak boleh pasif atau antipati terhadap pendidikan,’’ ungkapnya.
Selain pendidikan formal, banyak ruang belajar lain yang bisa dimanfaatkan perempuan.
Seperti kegiatan PKK, pengajian, kursus keterampilan, hingga berbagai platform digital.
Dalam kehidupan keluarga, ia menjalankan peran sebagai ibu sekaligus manajer rumah tangga.
Bersama suaminya, Ridwan, serta dua anaknya, Muhammad Isyrofuddin dan Ikana Dewi, ia menjaga keharmonisan keluarga dengan menempatkan nilai kebersamaan sebagai prioritas.
Salah satu momen yang selalu ia jaga adalah waktu bersama keluarga di pagi hari. Ia rutin melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid dan dilanjutkan dengan berjalan pagi bersama suami.
Baca Juga: Makna Hari Kartini, Kepala SLBN Balongsari Jombang Tekankan Perempuan Harus Terus Berkembang
’’Dari momen sederhana itu, sering muncul diskusi ringan, candaan, bahkan interaksi dengan tetangga. Itu menjadi awal yang baik untuk memulai hari,’’ katanya.
Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa. Terutama melalui pendidikan.
Dengan terus belajar, berdedikasi, dan berinovasi, perempuan dapat menjadi penggerak perubahan.
Ia berharap perempuan mampu menjaga keseimbangan antara keimanan, kesehatan, ilmu, dan akhlak.
’’Ilmu tanpa iman bisa merusak, ilmu tanpa kesehatan tidak akan tersampaikan. Dan ilmu yang bermanfaat harus diawali dengan akhlak yang mulia,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz