Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kartini Masa Kini Menurut Kepala SMAN 1 Jombang Dyah Ayu Endrianingsih: Setara, Berdaya dan Kolaboratif

Wenny Rosalina • Selasa, 21 April 2026 | 07:29 WIB

 

Kepala SMAN 1 Jombang, Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM.
Kepala SMAN 1 Jombang, Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM.

JombangBanget.id – Semangat Kartini di masa kini, menurut Kepala SMAN 1 Jombang, Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM, tidak lagi berhenti pada simbol kebaya atau seremoni semata.

Kepala SMAN 1 Jombang periode 2022–2026 ini memaknai Hari Kartini sebagai gerakan nyata perempuan untuk berani berpikir, bersuara, dan berkontribusi.

Perempuan kelahiran Malang, 26 Juni 1971, ini menilai, perempuan masa kini harus mengambil peran aktif dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan.

’’Hari Kartini harus dimaknai sebagai perubahan dari simbol ke aksi nyata. Perempuan harus terinspirasi dari keberanian berpikir, akses pendidikan, dan kesetaraan kesempatan,’’ katanya.

Ia menggambarkan Kartini masa kini dalam tiga versi. Pertama, Kartini versi digital yang mampu memanfaatkan akses dan literasi teknologi.

Baca Juga: Makna Hari Kartini, Kepala SLBN Balongsari Jombang Tekankan Perempuan Harus Terus Berkembang

Kedua, semangat ”Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diwujudkan dengan keberanian bersuara. Ketiga, keselarasan, yaitu perempuan dan laki-laki bekerja bersama, bukan sebagai pesaing gender.

Menurutnya, kemandirian perempuan menjadi hal yang sangat penting. Namun bukan berarti harus menghadapi semuanya sendirian.

’’Mandiri itu soal punya pilihan dan kendali atas hidup sendiri. Ini penting untuk keamanan, ketangguhan hidup, dan juga rasa hormat, termasuk dari diri sendiri,’’ tegasnya.

Ia juga menekankan, pendidikan bagi perempuan adalah hal yang sangat penting. Bahkan diibaratkan seperti listrik bagi sebuah kota.

Tanpa pendidikan, perempuan akan stagnan. Sebaliknya, dengan pendidikan, perempuan memiliki kebebasan memilih jalan hidup dan memperkuat karakter dirinya.

Selain pendidikan formal, Dyah menilai keluarga dan organisasi menjadi ruang penting untuk berkembang. Dukungan keluarga, terutama suami, menjadi kunci bagi perempuan untuk terus belajar.

Sementara organisasi menjadi wadah untuk mengasah kemampuan sosial dan kepemimpinan.

Dalam kehidupan keluarga, ia menjalankan peran sebagai ibu dengan penuh tanggung jawab. Baginya, ibu adalah ”arsitek suasana rumah” sekaligus jangkar emosional keluarga.

Baca Juga: Kepala SLBN Jombang, Deny Setiawati Maknai Hari Kartini sebagai Semangat Kemandirian

’’Ketika ibu tenang, berdaya, dan dihargai, maka seluruh keluarga akan ikut stabil,’’ ungkapnya.

Bersama suaminya, S Hariyono, serta dua anaknya, Rakhmadin Endra Saputra dan Shandy Febrian Syah Putra, ia membangun kedekatan melalui hal sederhana. Seperti memasak dan membaca.

Hobi memasaknya bahkan menjadi cara untuk mempererat hubungan keluarga.

’’Masakan mama harus bisa mengalahkan chef manapun,’’ ujarnya.

Dyah menegaskan, perempuan memiliki peran kunci dalam pembangunan bangsa, terutama di bidang pendidikan.

Ia berharap perempuan masa kini dapat terus berkembang dan menjadi penggerak perubahan.

’’Perempuan harus setara dalam akses, aman di ruang publik. Mandiri secara ekonomi, bebas memilih jalan hidup, serta menjadi teladan dan penggerak perubahan,’’ ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kartini #hari kartini #SMAN 1 Jombang #perempuan #berdaya