JombangBanget.id - Sosok Wakil Kepala Instalasi Eksekutif RSUD Jombang, Munasih SKebNs, menjadi salah satu teladan Kartini masa kini.
Di usianya yang tak lagi muda, ia tetap aktif mengabdi untuk memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat Jombang.
Baginya, Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi momentum untuk melanjutkan perjuangan perempuan di era modern.
Perempuan kelahiran Jombang, 4 Maret 1968, ini menilai, perempuan sekarang tidak lagi sebatas berperan domestik.
Lebih dari itu, perempuan juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga dan mengambil peran dalam berbagai bidang.
Baca Juga: Makna Hari Kartini, Fisioterapis RSUD Jombang Ini Tekankan Pentingnya Pendidikan Perempuan
’’Hari Kartini bukan hanya mengenang, tapi bagaimana perempuan melanjutkan semangatnya. Tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi juga penggerak ekonomi keluarga,’’ katanya.
Perkembangan zaman membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.
Namun, hal itu harus diimbangi dengan kemandirian dan kemauan untuk terus belajar.
Ia melihat, saat ini perempuan semakin maju. Karena itu, perlu penguatan kelompok usaha perempuan agar mampu bersaing, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital dan platform online.
’’Perempuan harus mandiri, bisa memanfaatkan peluang, termasuk lewat usaha dan teknologi,’’ jelasnya.
Selain aktif di dunia kerja, Munasih juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia rutin mengikuti pengajian serta kegiatan di lingkungan sekitar sebagai bentuk kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Perempuan asli Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh ini menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang lulus 2007.
Baca Juga: Hari Kartini, Kepala SMAN Kesamben Jombang Ajak Perempuan Lebih Mandiri dan Percaya Diri
Serta Profesir Ners di tahun 2008. Dalam kehidupan pribadi, ia juga menjalankan peran sebagai ibu dari dua anak.
Baginya, perempuan memiliki peran ganda yang harus dijalani dengan seimbang.
Di satu sisi sebagai ibu dalam keluarga. Di sisi lain sebagai individu yang mampu berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian perempuan dalam mengambil keputusan, termasuk dalam peran kepemimpinan di lingkungan kerja.
’’Perempuan harus berani maju dan mengambil peran. Kita juga bisa ikut menentukan arah kebijakan di tempat kita bekerja,’’ tegasnya.
Melalui kiprahnya di RSUD Jombang dan masyarakat, Munasih menunjukkan bahwa semangat Kartini tetap relevan.
Perempuan tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak yang mampu membawa perubahan.
’’Yang penting perempuan tetap mandiri, terus berkembang, dan bisa memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat,’’ tandasnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz