JombangBanget.id - Momentum peringatan Hari Kartini dimaknai Kepala SMAN Kesamben, Jombang, Witin SPd MM, sebagai refleksi peran perempuan masa kini yang harus semakin mandiri dan berday.
Baginya, perjuangan Kartini telah membuka ruang luas bagi perempuan untuk berkembang, sehingga tidak boleh disia-siakan.
’’Perempuan harus mandiri dan berdaya. Tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam berpikir, mengambil keputusan, dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan,’’ katanya.
Witin menilai, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan.
Perempuan tidak hanya hadir sebagai pendidik di sekolah, tetapi juga sebagai fondasi utama pembentukan karakter di dalam keluarga.
’’Perempuan adalah pendidik pertama bagi anak-anak. Dari keluarga itulah nilai, karakter, dan masa depan generasi dibentuk,’’ jelasnya.
Pendidikan menjadi kunci penting bagi perempuan. Namun, proses belajar tidak hanya terbatas pada bangku sekolah.
Pengalaman hidup, lingkungan sosial, hingga pemanfaatan teknologi digital juga menjadi ruang berkembang yang efektif.
Di tengah kesibukannya sebagai kepala sekolah, Witin tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas.
Ia memaknai peran ibu sebagai pendidik utama yang menghadirkan kehangatan emosional bagi anak-anak.
’’Tidak harus selalu dengan hal besar, kebersamaan sederhana seperti berbincang dan mendampingi anak sudah sangat berarti,’’ tuturnya.
Ia juga menekankan, kontribusi perempuan dalam pembangunan dapat dilakukan dari berbagai lini.
Mulai dari profesional di bidangnya, kegiatan sosial, hingga membangun keluarga yang harmonis.
Witin berharap, perempuan Indonesia terus berkembang menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berpendidikan.
’’Sehingga mampu memberi dampak nyata bagi bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz