JombangBanget.id - Semangat Raden Ajeng Kartini terus relevan hingga saat ini. Hal itu ditegaskan Rektor ITEBIS PGRI Jombang, Dr Yuniep Mujati Suaidah MSi CRA.
Peringatan Hari Kartini menjadi momentum membangkitkan semangat perempuan yang harus mandiri dan berpendidikan.
Menurutnya, perempuan masa kini tidak hanya dituntut untuk berperan di ranah domestik, tetapi juga harus mampu mandiri dan berdaya di berbagai sektor.
’’Kemandirian perempuan sangat penting. Bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihan hidup,’’ katanya.
Baca Juga: Semangat Kartini, Kepala SMKN Kabuh Jombang Dorong Perempuan Terus Upgrade Diri
Perempuan kelahiran Lumajang, 10 Maret 1967, ini menilai pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas perempuan.
Dengan pendidikan, perempuan memiliki bekal untuk memahami dunia, meningkatkan kepercayaan diri, serta tidak mudah bergantung pada orang lain.
’’Perempuan berpendidikan punya peluang lebih besar untuk mandiri secara finansial dan berkontribusi nyata di masyarakat,’’ jelasnya.
Proses belajar tidak hanya terbatas pada pendidikan formal. Lingkungan keluarga, sosial, hingga perkembangan teknologi menjadi ruang penting bagi perempuan untuk terus berkembang.
Dalam keluarga, Yuniep tetap menjalankan perannya sebagai ibu dan pendamping.
Ia menekankan bahwa perempuan mampu menjalankan peran ganda sebagai ibu, istri, sekaligus profesional.
’’Saya memaknai Hari Kartini bukan sekadar simbol, tetapi pengingat, jika perempuan bisa berkembang tanpa meninggalkan perannya dalam keluarga,’’ tuturnya.
Sebagai dosen sekaligus pemimpin perguruan tinggi, ia juga melihat peran perempuan sangat strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan.
’’Perempuan adalah pendidik pertama di keluarga sekaligus pembentuk generasi. Dari sinilah kualitas bangsa ditentukan,’’ tegasnya.
Ia berharap perempuan Indonesia dapat menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, serta tetap memiliki nilai dan kepedulian sosial dalam setiap langkahnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz