Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Mahasiswa Unair Asal Sidoarjo Juara MFQ Jatim, Ini Metode Hafalan Alqurannya

Wenny Rosalina • Senin, 23 Maret 2026 | 07:17 WIB

 

JUARA: Najiha Savira Rahmanillah membawa trofi juara 1 MTQ Jatim 2025.
JUARA: Najiha Savira Rahmanillah membawa trofi juara 1 MTQ Jatim 2025.

JombangBanget.id  - Kuliah tidak menghalangi Najiha Savira Rahmanillah untuk menjaga hafalan Quran.

Mahasiswi Universitas Airlangga ini tekun menjaga hafalan Alquran di tengah kesibukan akademik.

’’Tiap hari murajaah tiga juz,’’ ucapnya.

Ia juga memahami arti setiap ayat. Sehingga bisa meraih juara satu cabang Musaqah Fahmil Quran (MFQ) pada MTQ Jatim di Jember 2025.

Perempuan kelahiran Sidoarjo, 24 Oktober 2007 ini merupakan putri pertama dari dua bersaudara, pasangan Fathur Rochman dan Nur Aini.

Ia tumbuh di Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Dia menempuh MTs dan MA Perguruan Mu’allimat Cukir Jombang dengan tinggal di Pondok Pesantren Putri Walisongo.

Dalam menghafal, Najiha memiliki metode tersendiri. Ia terlebih dahulu membaca Alquran secara bin-nadzor berulang-ulang sambil memahami arti setiap ayat.

Setelah itu, ia mengulanginya secara bil-ghaib.

’’Dengan memahami arti, hafalan tidak hanya masuk di lisan, tapi juga di hati dan pikiran,’’ ungkapnya.

Baginya, tidak ada kiat instan dalam menghafal Alquran.

Ia meyakini, proses tersebut harus dilakukan dengan kesungguhan hati serta dibarengi dengan pemahaman mendalam terhadap isi Alquran.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Najiha tetap disiplin menjaga hafalan.

Ia memanfaatkan waktu luang sekecil apa pun untuk murajaah. Baik dengan membaca maupun mengulang tanpa melihat teks.

Ia menargetkan murajaah tiga juz setiap hari. Jika target tidak tercapai, ia akan menggantinya di hari berikutnya.

Bahkan di bulan Ramadan yang padat kegiatan, ia tetap berusaha konsisten membagi waktu antara kuliah dan persiapan lomba MFQ.

Selain usaha lahiriah, ia juga menguatkan amalan spiritual. Di antaranya istiqamah membaca salawat minimal 1.000 kali setiap hari.

Serta mengamalkan doa-doa harian, termasuk membaca ayat seribu dinar setelah salat fardu.

Pada 2020, ia mengikuti MTQ Kabupaten Jombang namun belum juara. Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti.

Ia terus berlatih hingga akhirnya meraih juara 3 MFQ tingkat komplek saat kelas 9 MTs.

Prestasinya terus meningkat, hingga pada MTQ Jombang 2022 ia meraih juara 2 cabang MFQ.

Pada 2024, ia juara 1 MFQ di MTQ Jombang dan melaju hingga tingkat provinsi Jawa Timur.

’’Semua ini tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua, guru, serta teman-teman,’’ ujarnya.

Bagi Najiha, perjalanan panjang penuh jatuh bangun tersebut memberikan pelajaran berharga. Ia meyakini, setiap usaha tidak akan sia-sia.

’’Apa yang hilang dari kita akan kembali dalam bentuk lain, dan apa yang menjadi takdir tidak akan pernah melewatkan kita,’’ tuturnya.

Ke depan, ia terus berupaya meningkatkan kualitas diri. Tidak hanya dari segi hafalan, tetapi juga pemahaman.

Baginya, ilmu yang dipahami akan jauh lebih bertahan lama dibanding sekadar dihafal. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#unair surabaya #sidoarjo #unair #MFQ Nasional #hafalan alquran #alquran #Juara #Jombang