Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Begini Cara Wahdliyah Nawaningsih Tanamkan Prinsip Kebermanfaatan Diri untuk Orang Lain

Wenny Rosalina • Rabu, 4 Februari 2026 | 09:04 WIB
Wadlihah Nawaningsih, MPdI, Waka Kurikulum MAN 6 Jombang
Wadlihah Nawaningsih, MPdI, Waka Kurikulum MAN 6 Jombang

JombangBanget.id - Bagi Wadlihah Nawaningsih, MPdI, prestasi bukanlah tujuan akhir.

Lebih dari sekadar gelar atau juara, ia meyakini satu prinsip yang terus dipegang dalam hidup dan pengabdiannya sebagai pendidik.

Yaitu menjadi pribadi yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

”Dalam prinsip hidup saya, apa pun yang kita lakukan harus dicoba dulu dari hal-hal kecil. Tapi ukurannya satu, apakah itu bisa memberi manfaat, bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk orang lain,” tutur guru MAN 6 Jombang ini.

Prinsip tersebut tidak hanya ia terapkan di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan keluarga.

Di sela kesibukannya sebagai guru dan pengurus kurikulum jenjang MA tingkat kabupaten, Ningsih tetap menempatkan pendidikan anak-anak sebagai prioritas utama.

Anak pertamanya, Muhammad Danish Dhiyaulhaq kini tengah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo jurusan Teknik Informatika.

Saat ini, ia berada di semester akhir dan sedang menjalani proses penyusunan skripsi.

Anak keduanya Nabilah Nuraini Rohadatul ‘Aisy, juga mengikuti jejak semangat belajar yang kuat.

Putrinya itu kini duduk di semester empat Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Sementara itu, anak ketiganya Muhammad Rizqy Abkary Alfayyadh masih duduk di SMPM 1 Jombang.

”Alhamdulillah, semua proses dijalani pelan-pelan. Yang penting anak-anak punya pegangan nilai, punya tujuan, dan mau berusaha,” ujarnya.

Bagi Ningsih, keberhasilan anak-anak bukan semata soal institusi pendidikan bergengsi, melainkan bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Nilai kebermanfaatan itu pula yang ia tanamkan dalam setiap aktivitas profesionalnya.

Baik saat mengajar, mengikuti lomba inovasi pembelajaran, hingga saat dipercaya menjadi pengurus kurikulum MA tingkat kabupaten, ia selalu berupaya agar apa yang dilakukan tidak berhenti pada capaian pribadi.

”Kalau hanya untuk diri sendiri, rasanya belum cukup. Ilmu, pengalaman, dan kesempatan itu harus bisa menular, bisa membantu guru lain, siswa lain, dan lingkungan,” katanya.

Prinsip inilah yang membuat Ningsih terus konsisten meng-upgrade diri melalui seminar, workshop, serta kegiatan pengembangan profesional lainnya.

”Guru yang bermanfaat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar, sekaligus tidak pelit berbagi,” tegasnya. Dengan pijakan nilai tersebut, Ningsih berharap pendidikan madrasah tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. (wen/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Man 6 Jombang #Prinsip #Waka Kurikulum #Kebermanfaatan hidup