JombangBanget.id – Karier pengabdian di dunia pendidikan dijalani dengan penuh konsistensi oleh Siti Qomariyah, SPd MM.
Perempuan kelahiran Lamongan ini kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Seksi (Kasi) SMK pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
Amanah tersebut menjadi pengalaman pertamanya bertugas di lingkup cabang dinas pendidikan setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai pendidik di sekolah menengah kejuruan.
”Baru pertama kali mengemban amanah ini, kami segera mempelajari program-program sebelumnya,” ungkap Qomariyah.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN Sukomulyo 1 Lamongan, kemudian berlanjut ke SMPN 1 Lamongan dan SMAN 1 Lamongan.
Kecintaannya pada dunia pendidikan membawanya melanjutkan studi ke IKIP Malang (kini Universitas Negeri Malang) pada 1993 dan lulus pada 1997 dari Program Studi Pendidikan Matematika.
Tak berhenti di situ, ia kemudian menempuh pendidikan magister manajemen di Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya sebagai bekal penguatan kompetensi kepemimpinan dan manajerial.
Selepas lulus S1, Siti Qomariyah memulai pengabdian sebagai guru honorer di SMK PGRI 3 Bojonegoro.
Saat itu, ia menetap di Bojonegoro mengikuti suami.
Dedikasinya di dunia pendidikan terus berlanjut hingga pada 2008 resmi diangkat sebagai CPNS dan ditempatkan di SMKN Dander Bojonegoro.
Lebih dari 17 tahun ia mengabdi di sekolah tersebut hingga 2025 sebagai guru matematika.
Di tengah pengabdian itu, ia terus mengembangkan diri. Pada 2017, ia mengikuti Program Keahlian Ganda dengan mengambil bidang Multimedia.
Dari program tersebut, ia kemudian dipercaya mengemban tugas tambahan sebagai Kepala Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV).
Kini, amanah baru kembali dipikulnya. Menjadi Kasi SMK di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Siti Qomariyah menyebut tengah mempelajari secara detail program kerja tahun-tahun sebelumnya sebagai bahan penguatan kebijakan ke depan.
Bahkan, dalam paparan internal bersama Kepala Cabang Dinas, ia diminta menyusun prioritas program yang akan menjadi target pada 2026, khususnya terkait peningkatan mutu dan relevansi pendidikan vokasi.
”Prioritas kami adalah bagaimana keterserapan lulusan SMK di dunia kerja bisa semakin optimal. Itu akan kami dorong melalui program-program yang lebih terarah dan terukur,” ujarnya.
Sebagai aparatur sipil negara (ASN), ia menegaskan siap ditempatkan di mana saja demi mendukung kemajuan pendidikan di Jawa Timur.
”Dari Bojonegoro ke Jombang, ini adalah amanah dan bentuk pengabdian saya sebagai pendidik,” pungkas Siti Qomariyah. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz