JombangBanget.id - Perjalanan hidup Muzan Dahluil Nikmah, M.Pd, penuh dengan cerita keberuntungan.
Dari Surabaya pindah ke Jombang, hingga kini dikenal sebagai penilik PAUD PNF yang berprestasi.
Semua itu, diyakininya, berkat doa orang tua dan rida sang suami, Eko Budi Santoso, yang setia mendampingi.
Meski kini dekat dengan dunia pendidikan anak usia dini, jejak akademiknya justru dimulai dari jalur berbeda.
Ia menempuh D3 Perpajakan Universitas Airlangga Surabaya (2000–2003).
Saat kuliah, ia bekerja sebagai admin PAUD Al Wildani di Pasar Kembang.
”Jiwa mengajar saya muncul sejak kuliah,” kenang ibu dari Muzan Faiz Azzam Mahendra tersebut.
Tahun 2007 menjadi titik balik. Sebagai anak bungsu, ia diminta pulang ke kampung halaman di Nganjuk karena orang tua sakit. Keputusan itu mengubah arah hidupnya.
Ia kembali kuliah mengambil S1 PAUD di Uniro Tuban dan lulus 2012. Di tahun yang sama, bersama sepupunya ia mendirikan PG-TK Assakinah Ngronggot.
“Sejak lama saya punya daftar mimpi, salah satunya punya sekolah sendiri. Mungkin karena dulu pernah jadi admin PAUD, keinginan itu terus menempel,” ujarnya.
Perjalanan menjadi ASN pun penuh kejutan. Tahun 2014, seorang guru memberitahu adanya formasi CPNS di Jombang.
Baca Juga: Binrohtal: Waspadalah! Empat Hal Ini Bisa Jadi Perampas
Empat guru meminta bantuannya untuk mendaftar.
”Karena saat itu baru pertama kali seleksi CPNS menggunakan sistem CAT,” jelasnya.
Karena takut salah, ia mencoba mendaftarkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Tanpa niat menjadi PNS, justru hasilnya ia dinyatakan lolos.
”Padahal saya tidak niat untuk mendaftar, dan saya saat itu juga tidak ingin jadi PNS. Murni hanya karena takut pendaftaran teman-teman saya salah. Ada faktor keberuntungan di sana,” ucapnya.
Tahun 2020, ia mencoba mendaftar sebagai penilik. Tujuannya sederhana ingin memberikan manfaat lebih luas dan berharap penempatan lebih dekat rumah.
Doanya terkabul. Januari 2021, ia resmi menjadi Penilik PAUD dan PNF, ditempatkan di Kecamatan Perak.
Tak lama hanya sembilan bulan, ia kemudian ditugaskan di Kecamatan Jombang sampai Januari 2024, kini ia kembali mendampingi 25 PAUD dan 3 PKBM di Kecamatan Perak.
Di balik pencapaian Muzan, peran keluarga sangat kuat.
”Kunci kemudahan saya adalah ridho suami,” tuturnya.
Tahun 2017, ketika ia mendaftar menjadi asesor BAN PDM, ia mengikuti kursus bahasa Inggris dan komputer dalam kondisi hamil tua. Suamilah yang mengantarnya.
Ia menyadari, setiap kemudahan yang datang bukan hanya hasil kerja keras, tetapi juga berkah dari doa orang tua.
”Keberuntungan terbesar saya adalah doa bapak dan ibu. Sekarang bertambah dengan ridho suami dan doa orang-orang terdekat,” ungkapnya.
Banyak pintu baik terbuka dalam kariernya. Tahun 2022, ia terpilih menjadi fasilitator Program Sekolah Penggerak dari unsur penilik.
Lingkaran pertemanan yang suportif menjadi anugerah yang selalu ia syukuri dan juga merupakan salah satu keberuntungan yang ia dapatkan dalam hidupnya.
”Saya sangat beruntung dikelilingi teman-teman yang selalu mendukung,” katanya.
Muzan hingga kini masih terus bersekolah. Ia menyelesaikan S2 PAUD di Universitas Negeri Surabaya (2023–2025) untuk memperkuat kompetensinya sebagai pendidik dan penilik.
Di tengah padatnya aktivitas, Muzan menjaga keseimbangan hidupnya.
Rumah menjadi tempat ia memaksimalkan waktu istirahat. Namun tiap Sabtu, ia tetap aktif di sekolah di bawah naungan Yayasan As-Sakinah Ngronggot sebagai ketua yayasan.
”Hari Sabtu saya gunakan untuk membersamai sekolah,” tuturnya.
Saat lelah, ia menyemangati dirinya sendiri, sebagai penikmat lagu yang membangkitkan semngat. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz