JombangBanget.id - Sosok Muzan Dahluil Nikmah, M.Pd, akrab disapa Bu Muzan atau Luil, dikenal sebagai penilik PAUD PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang wilayah Kecamatan Perak yang penuh ide segar.
Perempuan kelahiran Nganjuk, 5 Mei 1982, ini tak pernah berhenti berinovasi demi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
Salah satunya inovasi E-Nastar Manis.
Sejak 2021, Bu Muzan dipercaya sebagai penilik PAUD PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang wilayah Kecamatan Perak.
Ia juga aktif sebagai asesor BAN PDM Provinsi Jawa Timur sejak 2018.
Pengalaman panjangnya terbangun dari berbagai peran, mulai fasilitator Program Sekolah Penggerak, pamong belajar SKB Mojoagung (2015–2020), hingga kiprahnya di Yayasan As-Sakinah Ngronggot-Nganjuk.
Prestasi pun berderet. Juara 1 PTK Prestasi Penilik Kabupaten Jombang (2023 dan 2025).
Juara 2 Apresiasi Penilik Jawa Timur (2023), hingga Juara Harapan 1 PTK Penilik Kabupaten Jombang (2022).
Bahkan, ia pernah meraih Juara 2 Kepala Satuan PAUD Tingkat Provinsi Jawa Timur (2014).
Awal 2025 menjadi titik penting. Saat Apresiasi PTK digelar Februari lalu, Bu Muzan hampir tak ikut karena waktu pendaftaran tersisa hanya beberapa jam.
Berkat dorongan teman-teman, ia akhirnya mendaftar.
Baca Juga: Binrohtal: Waspadalah! Empat Hal Ini Bisa Jadi Perampas
”Semua berawal dari diskusi dengan teman-teman. Kami saling menyemangati. Saya langsung ambil video, menyiapkan naskah, dan mengerjakannya dengan maksimal,” kenang perempuan yang kini tinggal di Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambon, Nganjuk.
Dari ajang itu lahirlah inovasi Nastar Manis (Narasumber Antar Teman Intra dan Antar Sekolah), sebuah konsep berbagi praktik baik antarpendidik.
Hasilnya, ia meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Jombang. Karena sejak 2024, tidak ada lagi seleksi tingkat provinsi, pemenang tingkat kabupaten langsung mengirimkan karya ke kementerian.
Karya Bu Muzan masuk 38 besar nasional dan diundang ke Jakarta pada 24–29 untuk mempresentasikan karyanya.
Tak berhenti di situ, Nastar Manis dikembangkan menjadi E-Nastar Manis, versi digital yang lebih lengkap.
Portal ini memuat praktik baik, data kunjungan, hingga profil seluruh PAUD di Kecamatan Perak.
”Portal ini sudah jadi dan matang. Tinggal membuat buku panduan agar mudah dimanfaatkan siapa saja,” ujarnya.
Lewat E-Nastar Manis, hasil binaan satuan pendidikan bisa dipantau setiap bulan.
Fitur kurikulum dan laporan berkala memudahkan pendampingan.
Inovasi ini juga jadi solusi monitoring di era tanpa wilker, mengingat jarak Perak ke Jombang cukup jauh.
”Dengan E-Nastar Manis, saya tetap bisa mengontrol tindak lanjut setiap program yang sudah diberikan. Ini menjadi salah satu bentuk penguatan mutu lembaga binaan,” jelasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz