JombangBanget.id - Sekretaris MWCNU Kecamatan Jombang, H Abd Basid, menjelaskan pentingnya mewaspadai perampas, mengambil tanpa bisa dicegah.
Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (3/11),
’’Setiap anak Adam akan menghadapi empat perampasan,’’ tuturnya.
Pertama, malaikat maut akan merampas nyawanya.
Nabi Idris ‘alaihissalam pernah memohon kepada malaikat maut agar mencabut nyawanya sejenak. Supaya ia tahu bagaimana rasa sakaratul maut.
Ketika dicabut, ia merasa seolah kulitnya dikuliti hidup-hidup.
Nabi Idris pun berkata: ’’Cukup! Kembalikan ruhku, aku tidak sanggup merasakannya lagi.’’ Maka malaikat pun mengembalikan ruhnya atas izin Allah.
Kisah ini menjadi peringatan bahwa nyawa adalah milik Allah, dan ketika saatnya tiba, ia akan diambil dengan cara yang tidak bisa kita hindari.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sakaratul maut itu lebih pedih daripada seratus kali tebasan pedang.
Kedua, ahli waris akan merampas harta. Harta yang kita kumpulkan seumur hidup, pada akhirnya akan berpindah tangan.
Nabi bersabda: Manusia berkata: hartaku, hartaku. Padahal yang engkau miliki hanyalah apa yang engkau makan lalu habis, apa yang engkau pakai lalu rusak, dan apa yang engkau sedekahkan lalu kekal.
Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Hitunglah hartamu sebelum Allah menghitungnya; bersedekahlah sebelum diambil paksa oleh ahli waris.
Ketiga, ulat akan merampas tubuhnya. Ulat kubur akan memakan jasad manusia hingga hancur.
Namun jasad para nabi, wali, dan orang-orang yang banyak membaca Alquran, juga mereka yang menebar kebahagiaan kepada sesama, akan tetap terjaga atas izin Allah Ta’ala.
Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para nabi.
Banyak kisah para wali yang jasadnya ditemukan masih utuh setelah puluhan tahun, seperti tanda kemuliaan dari Allah atas amal dan ketulusan mereka semasa hidup.
Ustad Basid mencontohkan dai kondang KH Hisnullah yang wafat 2010 namun pada 2022 saat sang istri dikubur disampingnya, terlihat kain kafan dan jasadnya masih utuh.
Dia orang yang cinta Alquran dan ceramahnya menyenangkan orang.
Keempat, amal baik yang dirampok dosa. Rasulullah bersabda: ’’Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?’’
Para sahabat menjawab, ’’Orang yang tidak memiliki dirham dan harta.’’
Nabi bersabda: Orang yang bangkrut dari umatku, datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Tetapi ia pernah mencaci, menuduh, dan menumpahkan darah.
Maka pahala kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang dizaliminya, hingga jika pahalanya habis, dosa mereka ditimpakan kepadanya, lalu ia dilempar ke neraka.
Riya juga menghapus pahala amal. Demikian pula dengan dengki ingin nikmat orang lain hilang. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz