Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Inilah Beberapa Penyebab Nasib Sial

Rojiful Mamduh • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Miftahul Khoir, Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan penyebab nasib sial.

Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (15/10),

’’Ada empat hal yang menyebabkan nasib tidak baik,’’ tuturnya.

Pertama pelit, tidak membaca salawat saat nama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam disebut.

Nabi bersabda: Orang pelit yakni orang yang disebut namaku di hadapannya, namun ia tidak bersalawat untukku.

Orang yang membaca salawat akan mendapatkan rahmat. Nabi bersabda; Barangsiapa bersalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersalawat (memberi rahmat) kepadanya sepuluh kali.

Kedua, tidak menjawab azan. Nabi bersabda: Barangsiapa setelah mendengar azan tidak mendoakanku, ia telah menyia-nyiakan kesempatan syafaatku.

Sahabat Umar bin Khattab radiyallahu anhu selalu menjawab azan walaupun dalam keadaan berperang atau sibuk. Karena itu, hidupnya diberkahi dan dikenang sebagai pemimpin adil.

Ketiga, tidak mau menolong saat diminta dalam kebaikan. Islam agama tolong-menolong. 

Allah berfirman di QS Almaidah 2. Tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa.

Jika ada yang meminta bantuan dalam kebaikan — misalnya untuk dakwah, pendidikan, atau kebutuhan mendesak — lalu kita menolaknya padahal mampu, maka Allah bisa membalas dengan menutup jalan rezeki atau pertolongan di waktu kita butuh.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Sebaik-baik manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Jika ia enggan membantu padahal mampu, maka ia telah membakar jembatan pertolongan untuk dirinya sendiri.

Imam Al-Ghazali pernah berkata kepada muridnya: Jika engkau ingin Allah menolongmu, tolonglah orang lain dengan tulus, karena tangan Allah bersama hamba yang membantu saudaranya.

Keempat, tidak mau berdoa untuk diri dan sesama muslim setelah salat. Usai salat lima waktu sangat mustajab untuk berdoa.

Nabi bersabda: Doa antara azan dan iqamah tidak ditolak, dan doa setelah salat mudah dikabulkan.

Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya tidak akan ditolak.

Di atas kepalanya ada malaikat yang berkata: Amin, dan semoga engkau pun mendapatkan seperti itu.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani berkata: Jika engkau tidak memohon kepada Allah, itu pertanda hatimu sedang tertutup.

Dan jika engkau enggan mendoakan saudaramu, itu pertanda kerasnya hati. (jif/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#penyebab #Nasib #Binrohtal #SIAL