JombangBanget.id - Tak pernah terbayang sebelumnya bagi Olivia Yolanda bahwa ia akan menjadi istri seorang polisi.
Namun, jodoh membawanya menikah dengan polisi. Olivia mengaku bersyukur berjodoh dengan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan.
Bagi Olivia, menjadi istri polisi harus tangguh dan mandiri.
”Keluarga saya nggak ada yang polisi. Bapak saya kerja di Semen Padang. Tapi jodoh membawa saya ke dunia Bhayangkari,” tutur perempuan kelahiran Padang 1987 ini.
Menikah tahun 2013, Olivia langsung menjalani long distance relationship (LDR).
Ia bekerja di Bank BPD Sumbar, sementara sang suami bertugas sebagai Kasatreskrim Polres Bungo, Polda Jambi.
”Paling seminggu sekali ketemu. Hampir dua tahun begitu. Lama-lama saya merasanya berat sekali,” kenangnya.
Akhirnya, ia memutuskan berhenti kerja dan mendampingi suami sepenuhnya.
Olivia akhirnya dikarunia anak sehingga menjadi penyemangat baru hidupnya.
Tantangan sebagai istri polisi tak berhenti di situ. Pindah tugas jadi rutinitas.
Dari Polres Bungo ke suaminya dipromosikan tugas di Mabes Polri.
Baca Juga: Profil Dr Ir Emmy Hamidah MP, Dosen Wanita Inspiratif Asal Jombang
Di Jakarta cukup lama, sekitar selama 8 tahun, lalu dapat promosi menjabat Kapolres Jombang.
”Tantangannya, anak pindah sekolah. Anak saya dua, Almer sudah kelas 5 SD, adiknya Kayra baru kelas 3,” ungkapnya.
Tantangan lainnya, terkait beban tugas dan tanggung jawab polisi yang berat untuk menjaga keamanan dan melindungi warga.
Tak jarang, ia harus harap-harap cemas lantaran suaminya kerap pulang larut malam.
”Suami sering pulang malam. Pernah tiga hari nggak pulang karena ada perang kampung. Rasanya cemas sekali,” ujarnya.
Meski begitu, Olivia bersyukur, perhatian dan perjuangan yang diberikan suaminya begitu luar biasa.
”Waktu melahirkan, saya selalu didampingi suami. Banyak teman saya melahirkan sendiri karena suami dinas luar kota,” katanya.
Kini, dengan dua anak yang duduk di kelas 5 dan 3 SD, Olivia harus mencurahkan perhatian untuk kedua buah hatinya.
Menurutnya, perempuan harus memiliki bekal pendidikan dan wawasan yang cukup di dalam membina keluarga, terutama dalam mendidik anak.
Selain itu, perempuan harus bisa mandiri.
”Mendidik anak butuh ilmu. Karenanya pendidikan penting sekali. Perempuan harus mandiri dan bisa menggali passion,” tandas alumnus Universitas Andalas jurusan Sastra Inggris. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz