JombangBanget.id - Pengasuh PP Zainur Rosyid Tapen Kecamatan Kudu, Dr H Agus Shalahuddin, menjelaskan keutamaan zikir dan doa.
Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (2/10).
’’Zikir dan doa merupakan ruh ibadah,’’ tuturnya.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS Al-Baqarah 152. Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.
Bila seorang hamba mengingat Allah dalam zikir, maka Allah akan mengingatnya dalam rahmat dan kasih sayang-Nya.
Allah Ta’ala berfirman di QS Ghafir 60. Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan bagimu.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal.
Pertama, dikabulkan doanya di dunia sesuai waktu yang tepat menurut Allah Ta’ala. Bisa kepada orang itu sendiri atau kepada keturunannya.
’’Contoh yang dikabulkan kepada anak keturunannya yakni doa KH Abdul Chalim,’’ terangnya.
Kiai Abdul Chalim sangat ingin punya pesantren. Namun sampai wafat beliau tidak punya pesantren.
Allah baru mengabulkan doanya kepada anaknya, KH Asep Saifuddin Chalim, yang punya Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto.
’’Pesantrennya sangat besar bahkan ada kampusnya hingga S3,’’ ungkapnya.
Kedua, doa dikabulkan sebagai pahala di akhirat. Kelak di akhirat ada orang kaget. Dia merasa tidak pernah beramal tapi kok mendapatkan pahala. Malaikat lalu memberitahu, itu pahala dari doanya.
Ketiga, doa dikabulkan berupa dijauhkan dari keburukan yang semisal dengan doanya itu.
’’Saya pernah berdoa ingin punya rumah namun belum dikabulkan hingga tujuh tahun. Suatu ketika, saya hampir mengalami kecelakaan di jalan namun selamat tak jadi kecelakaan. Saya meyakini itulah bentuk lain dari dikabulkannya doa saya,’’ urainya.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Doa seorang mukmin tidak pernah sia-sia.
Doa merupakan senjata, rahmat, dan penenang jiwa. Bila tidak terlihat jawaban saat ini, bisa jadi Allah menyimpannya atau menghindarkan sesuatu yang buruk dari dirinya.
Sufyan ats-Tsauri berkata: Aku tidak pernah kecewa bila doaku tidak dikabulkan, karena aku yakin Allah Maha Tahu apa yang terbaik.
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Jangan pernah berputus asa dari doa. Karena doa dapat mengubah takdir.
’’Guru saya, Kiai Jamal, berpesan, kalau berdoa harus istiqamah. Kita harus punya satu doa yang selalu dibaca tiap usai salat,’’ ungkapnya.
Doa dan zikir merupakan bentuk komunikasi paling pribadi antara hamba dan Tuhannya.
Meski pengabulannya bisa berbeda bentuk — langsung, ditunda, atau diganti — setiap doa yang tulus tidak akan sia-sia. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz